Abstrak
PROSEDUR PELAYANAN SISTEM INFORMASI SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT (SI SUKMA) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SUKOHARJO
Oleh :
Ida Ayu Kumala Sari - V0723037 - Sekolah Vokasi
Perkembangan
teknologi informasi mendorong instansi pemerintah untuk meningkatkan kualitas
pelayanan publik melalui pemanfaatan sistem informasi. Salah satu upaya yang
dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukoharjo
adalah menerapkan Sistem Informasi Survei Kepuasan Masyarakat (SI SUKMA)
sebagai media pengukuran tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang
diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prosedur Pelayanan Sistem
Informasi Survei Kepuasan Masyarakat (SI SUKMA), mengidentifikasi kendala yang
dihadapi dalam pelaksanaannya, serta mengetahui upaya yang dilakukan untuk
mengatasi kendala tersebut.Metode penelitian yang digunakan
adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber dalam
penelitian ini terdiri dari pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Sukoharjo yang terlibat dalam pelaksanaan Sistem Informasi Survei
Kepuasan Masyarakat (SI SUKMA). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil
Penelitian yang sudah dilakukan selama 5 pekan, menunjukan bahwa prosedur pelayanan SI SUKMA belum optimal. Mulai dari penyebaran barcode
kuesioner kepada masyarakat, pengisian kuesioner secara daring, pengolahan
dan analisis data survei, persetujuan kepala dinas hingga publikasi hasil
survei melalui website instansi. Penerapan SI SUKMA
memberikan kemudahan dalam proses pengumpulan dan pengolahan data, meningkatkan
efisiensi waktu, mengurangi penggunaan kertas, serta dapat mempercepat
pencatatan datanya . Namun dalam
pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, yaitu rendahnya partisipasi
masyarakat dalam mengisi kuesioner survei dan gangguan jaringan internet yang
dapat menghambat proses pengisian proses kuesioner. Maka untuk mengatasi
kendala tersebut dapat dilakukan sosialisasi untuk membangun partisipasi
masyarakat pada kelompok rentan, serta
menyediakan fasilitas jaringan Wi-Fi yang dapat dimanfaatkan oleh
pengguna layanan.