Abstrak


PENGARUH STRUKTUR PASAR DAN KOMPETISI TERHADAP KINERJA DAN RISIKO BPR DAN BPRS DI PULAU JAWA


Oleh :
Nugroho Saputro - T402002005 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Disertasi ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah struktur pasar berpengaruh terhadap tingkat kompetisi perbankan dan apakah kompetisi berpengaruh terhadap kinerja dan risiko bank di Indonesia. Struktur pasar diproksi dengan Herfirndahl-Hirschman Index (HHI), sedangkan kompetisi, kinerja, dan risiko masing-masing diukur dengan menggunakan indeks Lerner, ROA, dan z-score. Sampel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah BPR dan BPRS yang ada di Pulau Jawa, Indonesia dari tahun 2017 sampai dengan 2022 dengan data tahunan. Diambilnya Pulau Jawa sebagai sampel dikarenakan populasi dari BPR/S di Pulau ini mencakup kurang lebih 60% dari total BPR/S di seluruh Indonesia.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar yang lebih terkonsentrasi, diukur dengan Herfindahl-Hirschman Index (HHI), meningkatkan market power dan menurunkan tingkat persaingan perbankan bahwa struktur pasar yang terkonsentrasi berpengaruh negatif terhadap kompetisi BPR dan BPRS. Konsentrasi pasar menyebabkan dominasi bank-bank besar, mengurangi pilihan nasabah, dan memberikan bank kekuatan lebih dalam menetapkan harga. Selain itu, hambatan masuk yang tinggi bagi pesaing baru semakin memperkuat dominasi bank besar dalam industri perbankan. Dalam penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol karakteristik perbankan dan makroekonomi berupa efisiensi, orientasi, ukuran perbankan dan PDRB untuk mengurangi bias penelitian dan juga meningkatkan kekuatan model penelitian.Penelitian ini juga menemukan bahwa rendahnya kompetisi perbankan, diukur dengan Lerner Index, berdampak negatif terhadap stabilitas (Z-Score) dan kinerja perbankan (ROA). Persaingan yang rendah mengurangi insentif bank untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi, menyebabkan biaya operasional yang tinggi serta layanan yang kurang kompetitif. Kondisi ini juga meningkatkan risiko moral hazard, di mana bank lebih berani mengambil risiko besar karena yakin akan mendapat dukungan pemerintah dalam situasi krisis, sebagaimana dijelaskan dalam teori "too big to fail". Selain itu, rendahnya persaingan memungkinkan bank menetapkan suku bunga kredit yang tinggi dan suku bunga simpanan yang rendah, yang berdampak pada penurunan profitabilitas perbankan. Temuan selanjutnya adalah terdapatnya perbedaan antara BPR dan BPRS, pada BPR menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan pada variabel kompetisi terhadap stabilitas, sedangkan pada BPRS ditunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan baik pada variabel risiko dan stabilitas yang dapat diartikan bahwa peningkatan kompetisi secara signifikan meningkatkan stabilitas keuangan sejalan dengan teori competition-stabilitiy.