Abstrak
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP PERFORMA REPRODUKSI DOMBA BETINA LOKAL
Oleh :
Ahmad Najib - H0522010 - Fak. Peternakan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
apakah terdapat pengaruh
perbedaan
ketinggian tempat terhadap performa reproduksi yang meliputi umur birahi
pertama, umur kawin pertama, Post-partum Estrus (PPE), dan Lambing Interval (LI).
Penelitian ini telah dilaksanakan pada empat kecamatan
di Kabupaten
Karanganyar
yang meliputi wilayah dataran rendah yaitu Kecamatan Jaten, Kecamatan
Kebakkramat dan di dataran tinggi yaitu Kecamatan Tawangmangu dan Kecamatan
Jatiyoso. Waktu pelaksanaan penelitian yaitu pada bulan Juli-Desember 2025.
Sampel
penelitian
berjumlah 60 peternak/responden yang dipilih secara purposive sampling. Metode
penelitian menggunakan metode survey melalui wawancara
peternak dengan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara
deskriptif kuantitatif dan diuji menggunakan statistik non-parametrik yaitu uji Mann-Whitney
U Test (Wilcoxon Rank-Sum Test), menggunakan software R Studio versi 4. 4. 3. Hasil
penelitian menunjukkan umur
pubertas, umur kawin pertama berbeda nyata antar ketinggian(P<0,05), hasil dari lama bunting, PPE, PPM,
lambing interval, dan litter size pada domba betina lokal
menunjukkan hasil yang sama (P>0,05) antar ketinggian tempat pemeliharaan,
sedangkan hasil DO di dataran tinggi cenderung lebih lama dibandingkan dengan
dataran rendah. Secara keseluruhan, ketinggian tempat di Kabupaten
Karanganyar tidak berpengaruh nyata terhadap performa reproduksi domba betina
lokal, kecuali pada umur pubertas, umur kawin pertama.