Abstrak
Pengaruh Model Search Solve Create Share Beorientasi Education for Sustainable Development terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Perubahan Lingkungan
Oleh :
Sukma Nur Fadilla - K4322102 - Fak. KIP
Sukma Nur Fadilla. K4322102.
Pembimbing: Dr. Meti Indrowati, S.Si., M.Si. PENGARUH MODEL SEARCH SOLVE
CREATE SHARE BERORIENTASI EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT
TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN.
Tugas Akhir, Surakarta:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juli 2026.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Search,
Solve, Create, and Share (SSCS) yang berorientasi pada Education for
Sustainable Development (ESD) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa
Fase E dalam konteks materi Perubahan Lingkungan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan
kuantitatif dengan menggunakan metode quasi-experimental, dan menerapkan desain
Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi yang menjadi fokus
penelitian ini adalah seluruh siswa Fase E (kelas X) di SMA Negeri 3 Boyolali
untuk tahun ajaran 2025/2026, yang terdiri dari 9 kelas. Sampel dipilih
menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga didapatkan kelas X9
sebagai kelas eksperimen dan kelas X6 sebagai kelas kontrol, dengan
masing-masing berjumlah 36 siswa. Data tentang keterampilan berpikir kritis
dikumpulkan melalui tes yang dirancang berdasarkan indikator Facione
(interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi, eksplanasi, dan regulasi diri),
kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Independent Samples t-Test
dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest
untuk kelas eksperimen adalah 71,92, yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas
kontrol yang hanya mencapai 57,94. Uji Independent Samples t-Test
menghasilkan nilai signifikansi <0,001 yang kurang dari 0,05, sehingga H0
ditolak dan H1 diterima. Uji N-Gain menunjukkan peningkatan
keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen dengan nilai sebesar 0,41
(kategori sedang), sedangkan kelas kontrol memiliki nilai 0,15 (kategori
rendah). Semua indikator berpikir kritis di kelas eksperimen juga menunjukkan
hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol, dengan peningkatan terbesar
terjadi pada indikator inferensi dan interpretasi.