Abstrak


Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pekerja Konstruksi Pembangunan Gedung - Studi Kasus SMPIT Nur Hidayah Surakarta


Oleh :
Rina Setyaningrum - K1522066 - Fak. KIP

Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sering kali menghadapi kendala operasional pada proyek konstruksi skala kecil-menengah akibat keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman pekerja mengenai K3 serta mengevaluasi capaian implementasi keselamatan kerja pada proyek pembangunan Gedung SMPIT Nur Hidayah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pemetaan data struktural menggunakan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dimensi pemahaman, kapasitas kognitif dan keterampilan psikomotorik pekerja telah terbentuk dengan baik dalam mengidentifikasi bahaya mekanis dan mengeksaminasi prosedur darurat. Namun, aspek afektif pekerja masih menunjukkan kepatuhan parsial akibat faktor ketidaknyamanan ergonomis alat pelindung diri (APD) dan residu perilaku abai dari proyek masa lalu. Dari dimensi capaian implementasi, manajemen proyek berhasil menerapkan kontrol harian berlapis dan induksi keselamatan (safety induction) rutin setiap pagi. Kendati demikian, efektivitas sistem keselamatan kerja melemah akibat deviasi anggaran berupa pengabaian pengadaan sabuk pengaman (body harness) dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), ketiadaan personel khusus Health, Safety, and Environment (HSE) yang memicu rangkap tugas pengawas sipil, serta lemahnya sanksi formal dan adanya bias pelaporan insiden (underreporting bias). Penelitian ini merekomendasikan industri konstruksi untuk mewajibkan penyediaan personel HSE mandiri serta mengunci anggaran alat pelindung ketinggian sebagai komponen biaya mutlak dalam fase perencanaan.