;

Abstrak


Evaluasi Struktur Gedung Akibat Penambahan Lantai dengan Incremental Dynamic Analysis (Studi kasus: Gedung 8 Lantai di Puwokerto)


Oleh :
Bestiar Mahdani - S942408015 - Fak. Teknik

Peningkatan kebutuhan hunian sementara di wilayah perkotaan seperti Purwokerto mendorong pemilik bangunan untuk melakukan pengembangan secara vertikal melalui penambahan lantai. Meskipun efisien dari sisi lahan dan biaya, penambahan lantai berpotensi mengubah karakteristik dinamik struktur yang berdampak pada peningkatan kerentanan terhadap beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik struktur gedung beton bertulang eksisting 8 lantai dan kondisi setelah penambahan satu lantai menggunakan metode Incremental Dynamic Analysis (IDA). Pemodelan struktur dilakukan secara tiga dimensi menggunakan perangkat lunak SeismoStruct berdasarkan data as-built drawing serta mengacu pada SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019. Analisis dilakukan dengan menggunakan beberapa rekaman gempa yang telah diskalakan dan disesuaikan dengan spektrum respons wilayah studi. Respon struktur dianalisis secara nonlinier melalui analisis riwayat waktu bertahap hingga mencapai kondisi runtuh. Parameter utama yang ditinjau meliputi perpindahan lateral, dan gaya geser dasar. Selain itu, kurva kerapuhan (fragility curve) disusun berdasarkan kriteria HAZUS MH-MR5 untuk mengevaluasi probabilitas kerusakan pada berbagai tingkat intensitas gempa. Hasil IDA menunjukkan bahwa struktur eksisting dan struktur setelah penambahan satu lantai menghasilkan respon perpindahan (displacement) lateral yang relatif sama pada seluruh rekaman gempa yang dianalisis. Perbedaan respons hanya terjadi pada beberapa titik puncak displacement dengan peningkatan yang relatif kecil, sehingga penambahan satu lantai tidak memberikan perubahan yang signifikan terhadap respons deformasi lateral global struktur. Berdasarkan analisis fragility, penambahan satu lantai meningkatkan probabilitas terlampauinya batas kerusakan pada seluruh tingkat damage state. Pada intensitas gempa hingga Sa=3,00 g, probabilitas slight, moderate, extensive, dan complete meningkat. Berdasarkan hasil analisa kurva kerapuhan (fragility curve), struktur gedung eksisting memiliki tingkat kerusakan sudah sangat besar sehingga penambahan satu lantai akan lebih berbahaya, yang ditunjukan oleh tingginya probabilitas terlampauinya batas pada seluruh tingkat damage state. Setelah penambahan satu lantai, kurva kerapuhan menunjukkan peningkatan probabilitas terlampauinya batas kerusakan pada intensitas gempa yang sama, terutama pada tingkat kerusakan yang lebih berat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penambahan satu lantai meningkatkan kerentanan seismik dan cendrung menurunkan keandalan struktur terhadap gempa. Dengan demikian, meskipun perubahan respon displacment berdasarkan hasil IDA relatif kecil, hasil analisis probabilistik menunjukan bahwa penambahan satu lantai tetap memberikan pengaruh terhadap kinerja seismik struktur, khususnya dalam meningkatkan kemungkinan tercapainya tingkat kerusakan berat hingga complete damage.