Abstrak


PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA PADA KESENIAN LOKAL: STUDI KASUS EKSISTENSI TARI TOPENG IRENG DI KABUPATEN BOYOLALI


Oleh :
Arientyara Noegraheni - D0322016 - Fak. ISIP

Perubahan sosial dan budaya yang terjadi dalam masyarakat Indonesia adalah fenomena yang kompleks dan dinamis dengan melibatkan pergeseran struktur pada pola pikir, sikap dan tatanan kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi perubahan sosial budaya yang terjadi pada kesenian lokal tari Topeng Ireng di Kabupaten Boyolali, (2) menganalisis dampak dari perubahan sosial budaya yang terjadi bagi kesenian lokal tari Topeng Ireng di Kabupaten Boyolali, dan (3) menganalisis strategi dalam mempertahankan eksistensi kesenian lokal tari Topeng Ireng di Kabupaten Boyolali. Kerangka analisis penelitian ini menggunakan teori Strukturasi dari Anthony Giddens. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Boyolali dengan bentuk kualitatif melalui paradigma definisi sosial dan pendekatan studi kasus kolektif dengan melibatkan 4 kelompok kesenian, yaitu Turonggo Mudho Kencono, Topeng Ireng Surya Muda, Ngesti Budoyo Boyolali, dan Turonggo Bayu Putro. Sumber data yang digunakan diambil secara langsung dan tidak langsung. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara indepth interview, observasi non participation, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan memakai jenis purposive dengan uji validitas berupa triangulasi metode serta analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kesenian Topeng Ireng di Boyolali telah mengalami negosiasi budaya dalam mempertahankan eksistensinya. Generasi muda sebagai agen baru secara reflektif telah memanfaatkan peluang dari adanya perkembangan teknologi berupa media sosial dan pasar modern yang mengikuti tren serta perkembangan masyarakat modern. Strategi pelestarian Topeng Ireng di era modern dapat melalui kolaborasi antar sanggar, kolaborasi sanggar dengan pemerintah, dan regenerasi pelibatan generasi muda sebagai penghubung tradisional dengan teknologi digitalisasi. Dampak dari perubahan dilihat dari aturan pakem yang ada, media promosi kesenian, dan pelaku seniman.