Abstrak
Komunikasi Interpersonal antara Pembimbing Kemasyarakatan dan Anak yang Berkonflik dengan Hukum (Studi Pembimbingan Klien Anak di Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta)
Oleh :
Miranti Nilasari - S232208021 - Fak. ISIP
Dengan menggunakan Teori Goals, Plans, and Action (GPA) yang dikembangkan oleh James P. Dillard, penelitian ini akan menganalisis komunikasi interpersonal antara Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) di Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta. Tidak banyak penelitian yang dilakukan tentang proses komunikasi PK dari sudut pandang GPA, tetapi banyak penelitian yang berfokus pada pentingnya komunikasi interpersonal untuk mendukung keberhasilan pembimbingan dan reintegrasi sosial ABH. Fokus penelitian adalah tujuan, rencana, dan tindakan komunikasi PK terhadap Klien Anak dalam proses pembimbingan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Empat Pembimbing Kemasyarakatan dan empat Anak yang Berkonflik dengan Hukum adalah informan yang dipilih secara purposive. Setelah data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam, model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana digunakan untuk menganalisisnya melalui tahapan kondensasi, penyajian, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal PK beradaptasi dan berfokus pada tujuan pembimbingan anak. Dalam hal tujuan, PK menetapkan tujuan utama komunikasi untuk mendorong perubahan perilaku dan reintegrasi sosial, dengan tujuan pendukung berupa menciptakan rasa aman, melindungi hak anak, memperbaiki kondisi psikososial. Pada aspek rencana, PK menyusun rencana pembimbingan berdasarkan lamanya masa bimbingan, usia, karakteristik, kondisi psikologis, latar belakang keluarga, dan tingkat keterbukaan masing-masing ABH. Pada aspek tindakan, PK menggunakan bahasa yang sederhana, empati, berpikir kritis, komunikasi nonverbal, dan mendengarkan secara aktif untuk membangun hubungan interpersonal. Menurut ABH, rasa percaya, keberanian untuk berbagi pengalaman, pemahaman tentang proses hukum, dan keinginan untuk memperbaiki diri dapat lebih ditingkatkan melalui komunikasi PK. Penelitian ini menunjukkan bahwa Teori GPA dapat menjelaskan secara menyeluruh proses komunikasi PK dalam praktik pembimbingan ABH. kata kunci : komunikasi interpersonal, Pembimbing Kemasyarakatan, Anak yang Berkonflik dengan Hukum, Goals,Plans, Action Theory (Teori GPA), Balai Pemasyarakatan.