Abstrak
PENGARUH DIGITAL TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DAN ORGANIZATIONAL AGILITY TERHADAP EMPLOYEE INNOVATIVE BEHAVIOUR MELALUI DIGITAL TRANSFORMATION, DENGAN DIGITAL STRATEGY DAN DIGITAL CULTURE SEBAGAI VARIABEL MODERASI(Studi pada Aparatur Sipil Negara Kementerian Pertanian Republik Indonesia)
Oleh :
Arip Prasetyo - S412208007 - Sekolah Pascasarjana
ABSTRAK
Transformasi digital di
sektor publik menghadapi tantangan kesenjangan implementasi, sebagaimana
terlihat pada Domain Manajemen SPBE Kementerian Pertanian yang baru mencapai
skor 2,91. Penelitian ini berpusat pada Contingency Theory of Leadership
dan berfokus pada pengaruh digital transformational leadership (DTL) dan
organizational agility (OA) terhadap digital transformation (DT),
peran moderasi strategi digital (DS) dan digital culture (DC), serta
dampaknya terhadap employee innovative behaviour (EIB). Dalam penelitian
kuantitatif asosiatif-kausal ini, metode stratified random sampling digunakan
untuk melakukan survei kuesioner terhadap 815 Aparatur Sipil Negara dari
Kementerian Pertanian. Hasil survey dianalisis menggunakan Structural
Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa DTL, OA, DS, dan DC berpengaruh positif dan signifikan secara
langsung terhadap DT; jalur DTL ke OA ditunjukkan sebagai prediktor terkuat (β = 0,765), dan DT juga terbukti berpengaruh positif
dan signifikan terhadap EIB (β = 0,750). Namun, peran
moderasi DS dan DC tidak signifikan dalam meningkatkan pengaruh DTL dan OA
terhadap DT. Hasilnya menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital lebih
didorong oleh eksekusi kepemimpinan, kelincahan organisasi, strategi, dan
budaya daripada efektivitas interaksi kontingensinya. Ini juga menunjukkan
bahwa perilaku inovatif karyawan sebenarnya dapat ditingkatkan. Studi ini
menunjukkan bahwa pengambil kebijakan harus memprioritaskan kemampuan
kepemimpinan digital dan fleksibilitas struktur kerja untuk mengatasi defisit
Domain Manajemen SPBE.