Abstrak


STRATEGI PEMERINTAH AUSTRALIA DALAM MENGHADAPI KRISIS TENAGA KERJA MELALUI PENAMBAHAN KUOTA MIGRAN PERMANEN TAHUN 2022-2023


Oleh :
Pusparawi Praba Pratiwi - D0419043 - Fak. ISIP

Perkembangan ekonomi yang pesat pasca Pandemi COVID-19 telah menempatkan Australia pada posisi yang unik dengan pasar tenaga kerja yang semakin menyempit. Kurangnya jumlah pertumbuhan penduduk dan ketidaksesuaian keterampilan para pencari kerja menjadi alasan utama Australia mengalami kekurangan tenaga kerja. Kondisi ini juga diperparah oleh pandemi COVID-19 yang membuat pemerintah Australia harus menutup perbatasan selama dua tahun sehingga suplai tenaga kerja migran terhenti total. Sebagai respon, pada tahun 2022, Australia mengadakan Jobs and Skills Summit 2022 untuk membahas strategi pemulihan kondisi ketenagakerjaan. Dari konferensi ini dihasilkan serangkaian kebijakan yang meliputi peningkatan fasilitas pelatihan serta peningkatan kuota imigran menjadi 195.000. Penelitian kali ini akan berfokus pada strategi pemulihan tenaga kerja melalui penambahan kuota migran sepanjang tahun 2022-2023. Penelitian ini akan menggunakan teori Keamanan Modern dan didukung oleh Push and Pull theory dengan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan hasil studi literatur seperti jurnal, dokumen, artikel, buku. Penulis berharap penelitian ini dapat membantu pihak lain, baik di bidang akademik atau non-akademik. Dari penelitian ini ditemukan bahwa penambahan kuota migran memang membantu Australia dalam mengatasi krisis tenaga kerja, walaupun dari penambahan tersebut belum sepenuhnya bisa mengisi kekosongan yang masih terjadi di berbagai sektor.