Abstrak
Hubungan Kualitas Tidur dengan Lama Pemakaian Kortikosteroid pada Pasien Sindrom Nefrotik
Oleh :
Faiza Ruby Azzahra Harahap - S592302006 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang: Sindrom nefrotik (SN) merupakan kelainan glomerulus yang paling sering ditemukan pada anak. Kortikosteroid merupakan terapi lini pertama, tetapi sejumlah penelitian melaporkan adanya efek samping terhadap tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan kortikosteroid dan kualitas tidur pada anak dengan sindrom nefrotik.Subjek dan Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilakukan pada 45 anak berusia 6–17 tahun dengan sindrom nefrotik di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Subjek dipilih berdasarkan kriteria inklusi, sedangkan anak dengan riwayat gangguan tidur atau gangguan perilaku sebelum penelitian dieksklusi. Penggunaan kortikosteroid jangka panjang ditentukan berdasarkan analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC), dengan titik potong ≥ 18,4 bulan, sedangkan titik potong dosis kumulatif kortikosteroid adalah ≥ 7.618,8 mg. Kualitas tidur dinilai menggunakan Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square atau Fisher’s exact, Mann–Whitney, dan regresi logistik multivariat.Hasil: Sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki (75,6%), berusia 10 tahun, dan memiliki status gizi baik (60,0%). Efek samping terkait kortikosteroid ditemukan pada 55,6% anak, sedangkan 51,1% mengalami gangguan tidur. Anak yang menggunakan kortikosteroid selama ≥ 18,4 bulan memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan tidur (rasio prevalensi [RP] = 2,000; IK 95%: 1,026–3,899; p = 0,026). Dosis kumulatif kortikosteroid ≥ 7.618,8 mg meningkatkan risiko gangguan tidur sebesar 3,5 kali (RP = 3,542; IK 95%: 1,701–7,372; p < 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa dosis kumulatif kortikosteroid merupakan prediktor independen kualitas tidur (p = 0,003), sedangkan durasi penggunaan kortikosteroid tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik setelah penyesuaian terhadap variabel lain (p = 0,482).Kesimpulan: Durasi penggunaan dan dosis kumulatif kortikosteroid berhubungan secara signifikan dengan kualitas tidur pada anak dengan sindrom nefrotik dalam analisis bivariat. Namun, setelah analisis multivariat, hanya dosis kumulatif yang tetap menjadi prediktor independen kualitas tidur. Identifikasi dini gangguan tidur dapat membantu pelaksanaan intervensi yang tepat waktu untuk mendukung kualitas hidup, fungsi psikososial, serta pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.