Abstrak
KONSTRUKSI DAN ANALISIS KODE LINEAR ATAS GALOIS RING GR(3^2) BERDASARKAN JARAK HAMMING
Oleh :
Ferry Prabowo - M0122050 - Fak. MIPA
Perkembangan teknologi komunikasi
digital menuntut sistem transmisi data yang mampu menjaga keutuhan informasi. Dalam
proses transmisi, gangguan (noise) dapat
menyebabkan eror sehingga diperlukan error-correcting
code (ECC) untuk mendeteksi dan mengoreksi
eror. Kode linear tidak hanya dapat dikonstruksi pada finite field, tetapi juga pada struktur aljabar yang lebih umum, yaitu
finite ring. Salah satu struktur yang
dapat digunakan adalah Galois ring. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi dan menganalisis
kode linear atas Galois ring GR(3^2 ), menentukan kemampuan deteksi dan koreksi
eror berdasarkan jarak Hamming, serta mengimplementasikan proses encoding dan decoding menggunakan Python.
Metode penelitian dilakukan
melalui beberapa tahap, yaitu studi literatur, konstruksi Galois ring GR(3^2 ),
konstruksi kode linear menggunakan pendekatan modul, pembentukan matriks generator
dan matriks parity-check, pembangkitan
seluruh codeword, analisis bobot Hamming,
jarak Hamming, jarak minimum, dan implementasi encoding dan decoding menggunakan
Python. Berdasarkan Teorema 2.2.2 diperoleh GR(3^2 )≅Z_9, sehingga seluruh operasi kode linear dilakukan pada Z_9. Untuk
merepresentasikan 77 karakter yang digunakan dalam penelitian, dipilih kode linear
dengan dimensi k=2 dan panjang n=4, sehingga diperoleh 9^2=81 kemungkinan codeword. Dua matriks generator sistematik
yang digunakan adalah
G_1=[■(1&0&1&1@0&1&2&1)], G_2=[■(1&0&1&1@0&1&1&3)].
Dari masing-masing generator
dibentuk matriks parity-check yang memenuhi
hubungan GH^T=0, kemudian seluruh codeword
dibangkitkan dan diverifikasi.
Hasil analisis menunjukkan
bahwa kode linear yang dikonstruksi oleh G_1 memiliki jarak minimum d_min (C_1 )=3, sedangkan
kode linear yang dikonstruksi oleh G_2 memiliki
jarak minimum d_min (C_2 )=2. Berdasarkan nilai tersebut, kode linear C_1 mampu mendeteksi hingga 2 eror atau mengoreksi
1 eror, sedangkan kode linear C_2 hanya mampu
mendeteksi 1 eror dan tidak memiliki kemampuan koreksi eror. Proses decoding dilakukan dengan menghitung sindrom
menggunakan matriks parity-check. Implementasi
Python meliputi konstruksi kode linear, encoding,
perhitungan sindrom, decoding, dan simulasi
eror untuk menunjukkan hasil yang sesuai dengan analisis teoritis. Dengan demikian,
GR(3^2 )≅Z9 dapat digunakan sebagai struktur dasar dalam konstruksi kode linear,
dan pemilihan matriks generator berpengaruh terhadap kemampuan deteksi dan koreksi
eror yang dihasilkan.