Abstrak
METODE EMPIRIS ESTIMASI DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG BERBASIS DATA DUTCH CONE PENETRATION TEST (DCPT) DAN VALIDASINYA TERHADAP HASIL PILE DRIVING ANALYZER (PDA) TEST
Oleh :
Tanaya Nabila Fatma - K1522077 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan estimasi daya
dukung pondasi tiang pancang menggunakan metode Meyerhof (1976), Schmertmann
(1978), dan De Ruiter & Beringen (1979) berdasarkan data DCPT; (2) menentukan
metode yang paling mendekati hasil PDA Test; (3) mengidentifikasi faktor penyebab
perbedaan hasil DCPT dengan PDA; (4) menyusun suplemen bahan ajar Mata Kuliah
Teknik Pondasi. Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential
explanatory, berlokasi di Proyek Gedung Computer Based Test (CBT) Fakultas
Kedokteran UNS. Sampel kuantitatif berupa data DCPT dari tiga titik sondir (S1, S2,
S3) yang dibandingkan dengan hasil PDA Test yang dievaluasi melalui rasio
perbandingan, persentase error, dan akurasi. Sampel kualitatif diperoleh melalui
wawancara dengan pelaksana dan pengawas proyek, dianalisis menggunakan model
interaktif Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian menunjukkan (1) ketiga
metode menghasilkan estimasi daya dukung ultimit (Qu) yang berbeda signifikan
akibat kondisi tanah soft over hard layer, metode Meyerhof (1976) menghasilkan Qu
sebesar 55,00 ton (S1), 55,90 ton (S2), dan 56,50 ton (S3), Schmertmann (1978)
sebesar 72,52 ton (S1), 75,54 ton (S2), dan 80,81 ton (S3), serta De Ruiter & Beringen
(1979) sebesar 95,74 ton (S1), 105,98 ton (S2), dan 93,72 ton (S3), sedangkan hasil
PDA sebesar 64,8 ton, 38,6 ton, dan 50,1 ton; (2) metode Meyerhof (1976) terbukti
paling sesuai dengan PDA, dengan rasio paling stabil (0,85–1,45) dan akurasi tertinggi
87,23% pada titik S3; (3) ditemukan lima faktor penyebab deviasi, yaitu pelunakan
tanah akibat curah hujan, keterbatasan titik investigasi geoteknik, penurunan energi
alat pancang, ketidakseragaman rest period, dan perbedaan asumsi faktor keamanan;
(4) hasil penelitian disusun menjadi suplemen bahan ajar Mata Kuliah Teknik Pondasi
mengacu pada CPL, CPMK, dan Sub-CPMK RPS Program Studi Pendidikan Teknik
Bangunan UNS. Perencanaan pondasi pada tanah serupa disarankan menggunakan
metode Meyerhof (1976), memperbanyak titik investigasi geoteknik, dan memastikan
pemenuhan rest period sebelum uji PDA.