Abstrak
Pengaruh Pengalaman sebagai Korban Bullying dan Resiliensi terhadap Self-esteem Siswa Kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta
Oleh :
Mudrikah - K3122052 - Fak. KIP
Mudrikah,
K3122052, Pembimbing Dr. Rian Rokhmad Hidayat, M.Pd. PENGARUH
PENGALAMAN SEBAGAI KORBAN BULLYING DAN RESILIENSI TERHADAP SELF-ESTEEM
SISWA KELAS XI SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA, Tugas Akhir, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juli 2026.
Kondisi self-esteem
siswa kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta menunjukkan keberagaman. Sebagian
siswa mampu mempertahankan rasa percaya diri dan menghargai dirinya sendiri,
sedangkan sebagian lainnya cenderung merasa kurang berharga, kurang percaya
diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi
oleh pengalaman sebagai korban bullying dan tingkat resiliensi siswa
dalam menghadapi berbagai permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat
pengalaman sebagai korban bullying, resiliensi, dan self-esteem siswa
kelas XI di SMA Al Islam 1 Surakarta, (2) mendeskripsikan pengaruh pengalaman
sebagai korban bullying terhadap self-esteem siswa kelas XI di
SMA Al Islam 1 Surakarta, (3) mendeskripsikan pengaruh resiliensi terhadap self-esteem
siswa kelas XI di SMA Al Islam 1 Surakarta, dan (4) mendeskripsikan
pengaruh pengalaman sebagai korban bullying dan resiliensi terhadap self-esteem
siswa kelas XI di SMA Al Islam 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini
adalah siswa kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta yang berjumlah 103 siswa. Sampel
penelitian menggunakan seluruh anggota populasi dengan teknik total sampling.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologis pengalaman sebagai
korban bullying, resiliensi, dan self-esteem yang dikembangkan
oleh peneliti serta telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data
menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis statistik
deskriptif menunjukkan bahwa (1) tingkat pengalaman sebagai korban bullying siswa
mayoritas berada pada kategori sedang (66,99%), resiliensi siswa pada kategori sedang
(73,79%) dan self-esteem siswa pada kategori sedang (69,90%). Hasil
analisis statistik inferensial melalui uji regresi linear sederhana menunjukkan
(2) pengalaman sebagai korban bullying berpengaruh terhadap self-esteem
sebesar 74,3% dengan nilai signifikasi 0,000 (< 0,05), sehingga
diterima, dan (3) resiliensi berpengaruh
terhadap self-esteem sebesar 91,6% dengan nilai signifikasi
0,000 (< 0,05), sehingga
diterima. Hasil uji regresi linear
berganda menunjukkan (4) pengalaman sebagai korban bullying dan
resiliensi secara simultan berpengaruh terhadap self-esteem sebesar 91,7%
dengan nilai signifikasi 0,000 (< 0,05), sehinggga
diterima. Guru BK disarankan untuk
memberikan layanan pencegahan bullying, pendampingan bagi korban bullying,
dan pengembangan resiliensi dan self-esteem melalui layanan bimbingan
dan konseling. Peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain, memperluas
sampel, atau melibatkan jenjang pendidikan berbeda agar hasil penelitian lebih
komprehensif.