Abstrak
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KOGNITIF BERBASIS WAYGROUND PADA MATERI HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA (STUDI KELAS X SMA NEGERI 6 SURAKARTA)
Oleh :
Fitri Nur Fadila - K6422038 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan instrumen penilaian kognitif berbasis Wayground pada materi hak dan kewajiban warga negara kelas X menggunakan model pengembangan 4D, dan (2) mengetahui kepraktisan instrumen penilaian kognitif berbasis Wayground yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and development) dengan model4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Penelitian dibatasi sampai tahap develop. Subjek penelitian meliputi satu guru Pendidikan Pancasila, dua validator ahli (ahli materi dan ahli media), serta 36 peserta didik kelas X-E3 SMA Negeri 6 Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumen, angket, dan tes. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui analisis hasil validasi ahli, analisis kualitas butir serta analisis kepraktisan berdasarkan angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan instrumen penilaian kognitif berbasis Waygrounddilakukan melalui tahap define, design, dan develop. Tahap define meliputi analisis kebutuhan, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, dan perumusantujuan pembelajaran. Tahap design menghasilkan rancangan produk berupa kisi-kisi soal, kartu soal, dan instrumen penilaian kognitif materi hak dan kewajiban warga negara yang diimplementasikan pada platform Wayground. Pada tahap develop, produk divalidasi oleh ahli materi dengan persentase kelayakan sebesar 94,66% dan ahli media sebesar 86,66%, yang keduanya termasuk dalam kategori sangat layak. Setelah dilakukan revisi berdasarkan saran validator, produk diuji coba secara terbatas kepada 36 peserta didik. Hasil uji coba menunjukkan bahwa dari 30 butir soal, sebanyak 22 butir dinyatakan valid dan 8 butir tidak valid, dengan tingkat reliabilitas sangat tinggi. Tingkat kesukaran soal berada pada kategori mudah dan sedang, sedangkan analisis daya pembeda menunjukkan masih terdapat beberapa butir soal yang memerlukan perbaikan; dan (2) hasil angket respons peserta didik menunjukkan bahwa instrumen penilaian kognitif berbasis Wayground memperoleh persentase kepraktisan sebesar 83,06% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, instrumen penilaian kognitif berbasis Wayground yang dikembangkan layak dan praktis digunakan sebagai alternatif penilaian kognitif pada materi hak dankewajiban warga negara kelas X SMA.