Abstrak
Prediksi Harga Saham PT Telekomunikasi Indonesia Menggunakan Kombinasi Gated Recurrent Unit dan Attention Mechanism
Oleh :
Ikhsan Ari Novianto - L0122077 - Fak. Teknologi Informasi dan Sains Data
Saham
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) merupakan salah satu emiten unggulan di
Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp320,96 triliun dan
tingkat likuiditas yang tinggi. Harga saham yang berfluktuasi menimbulkan
ketidakpastian dalam pengambilan keputusan investasi, sehingga diperlukan model
prediksi yang andal. Gated Recurrent Unit (GRU) merupakan arsitektur deep
learning berbasis jaringan saraf berulang yang digunakan untuk memodelkan
pola temporal pada data deret waktu, namun hanya meneruskan hidden state
pada langkah waktu terakhir ke lapisan keluaran. Attention Mechanism
memungkinkan model memberikan bobot perhatian yang berbeda pada setiap langkah
waktu dalam window, sehingga seluruh hidden state dapat
dimanfaatkan dalam membentuk prediksi. Penelitian ini mengusulkan model GRU
yang diintegrasikan dengan Attention Mechanism (GRU-AM) dan
membandingkannya dengan GRU untuk memprediksi harga penutupan saham TLKM secara
univariat. Data yang digunakan adalah data historis harian periode 2 Januari
2015 hingga 30 Desember 2025 dari Yahoo Finance dengan total 2.710 record.
Hyperparameter tuning dilakukan dengan grid search terhadap 81
kombinasi optimizer, learning rate, dropout rate, dan batch
size pada masing-masing model. Evaluasi dilakukan pada 271 hari perdagangan
periode 7 November 2024 hingga 30 Desember 2025 menggunakan RMSE, MAE, MAPE,
dan R². GRU-AM menghasilkan MAE Rp51,5912 dan MAPE 1,7777%, lebih rendah
daripada GRU dengan MAE Rp52,8285 dan MAPE 1,8296%. Pada RMSE dan R², GRU
sedikit lebih baik, yaitu RMSE Rp68,9652 dan R² 0,9651, dibandingkan GRU-AM
dengan RMSE Rp69,4049 dan R² 0,9646. Uji Diebold-Mariano, uji Wilcoxon signed-rank,
dan moving block bootstrap menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak
signifikan secara statistik. Dengan demikian, pada penelitian ini, penambahan Attention Mechanism tidak memberikan
peningkatan kinerja yang signifikan, sementara jumlah parameter bertambah.