Abstrak
KAJIAN KESENJANGAN BELAJAR SISWA DI KELAS
REGULER SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS SISWA
DENGAN SPEECH DELAY
Oleh :
Maesaroh Purowati - S032508074 - Fak. KIP
Kajian mengenai kesenjangan belajar siswa di kelas reguler Sekolah Dasar
menjadi penting sejalan dengan komitmen UNESCO untuk memastikan tidak ada
peserta didik yang terpinggirkan dari proses pembelajaran. Setiap perbedaan perlu
dipandang sebagai bagian yang harus diakomodasi dalam pendidikan. Anak
berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan
berkualitas. Kajian terdahulu tentang intervensi klinis, penyebab, dan faktor yang
memengaruhi speech delay. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan
bentuk kesenjangan belajar yang dialami siswa dengan speech delay di kelas
reguler; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesenjangan belajar;
dan (3) menganalisis interaksi sosial siswa dengan speech delay terhadap teman
sebaya dan guru.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi
studi kasus tunggal. Penelitian dilaksanakan di tiga Sekolah Dasar Negeri di
Kabupaten Kediri, yaitu di Kecamatan Banyakan, Ngasem, dan Gampengrejo,
dengan sekolah di Kecamatan Banyakan sebagai kasus utama yang dikaji secara
mendalam dan dua sekolah lainnya sebagai sumber konfirmasi. Subjek penelitian
terdiri atas tiga siswa speech delay, tiga guru kelas, tiga kepala sekolah, tiga orang
tua, dan tiga teman sebaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode,
sedangkan analisis data menggunakan model analisis jalinan (flow model of
analysis) yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan
kesimpulan/verifikasi, dan pengumpulan data secara berkelanjutan dengan bantuan
perangkat lunak ATLAS.ti versi 9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan belajar siswa dengan
speech delay terutama dipengaruhi hambatan komunikasi yang berdampak pada
pemahaman instruksi, partisipasi belajar, kemampuan bahasa ekspresif, dan pola
interaksi selama pembelajaran. Kesenjangan tersebut merupakan hasil interaksi
faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa keterbatasan bahasa reseptif
dan kapasitas memori kerja menyebabkan siswa membutuhkan waktu lebih lama
dalam memahami dan mengingat informasi pembelajaran. Faktor eksternal berupa
kurang optimalnya stimulasi bahasa di lingkungan keluarga serta keterbatasan
penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah turut memperkuat kesenjangan
belajar. Interaksi sosial siswa dipengaruhi kemampuan komunikasi serta dukungan
guru dan teman sebaya. Kolaborasi antara guru, keluarga, dan teman sebaya
diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang konsisten, bermakna, dan
kaya bahasa sehingga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, partisipasi,
dan akses siswa terhadap pembelajaran.