Abstrak
PANDANGAN MASYARAKAT TERDAMPAK MENGENAI EFEKTIVITAS PENANGGULANGAN BANJIR AKIBAT PEMBANGUNAN SIMPANG JOGLO
Oleh :
Gabriella Dora Hayu Artati - D0322050 - Fak. ISIP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspektasi masyarakat Kampung Sambirejo terhadap pembangunan Simpang Joglo, mengidentifikasi dampak pembangunan Simpang Joglo terhadap kehidupan masyarakat, serta mengetahui pandangan masyarakat mengenai efektivitas penanggulangan banjir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri atas 12 masyarakat terdampak banjir dan 2 Ketua RT sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann sebagai landasan dalam menganalisis proses terbentuknya pandangan masyarakat terhadap efektivitas penanggulangan banjir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pembangunan Simpang Joglo dilaksanakan, masyarakat memiliki ekspektasi positif bahwa proyek tersebut mampu mengatasi kemacetan sekaligus memperbaiki sistem drainase sehingga dapat mengurangi banjir di Kampung Sambirejo. Namun, setelah pembangunan selesai, masyarakat justru mengalami perubahan kondisi banjir yang ditandai dengan meningkatnya debit air hingga memasuki permukiman warga. Kondisi tersebut menimbulkan dampak lingkungan dari banjir sendiri, dampak ekonomiberupa kerugian material dan penurunan pendapatan, dampak sosial berupa terganggunya aktivitas sehari-hari dan meningkatnya solidaritas masyarakat, serta dampak psikologis berupa rasa cemas dan trauma ketika hujan deras terjadi. Berdasarkan proses konstruksi sosial, pengalaman tersebut membentuk pandangan kolektif bahwa penanggulangan banjir yang dilakukan belum sepenuhnya efektif karena belum mampu mengatasi penyebab utama banjir dan belum memenuhi ekspektasi masyarakat. Meskipun pembangunan kolam retensi mulai memberikan perubahan terhadap kondisi genangan, masyarakat masih memandang bahwa upaya penanggulangan banjir memerlukan penyelesaian yang lebih efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan masyarakat terhadap efektivitas penanggulangan banjir merupakan hasil konstruksi sosial yang terbentuk melalui kesenjangan antara ekspektasi sebelum pembangunan dengan realitas yang dialami setelah pembangunan Simpang Joglo.