Abstrak
PEMILIHAN PEMASOK BIJI KOPI DENGAN INTEGRASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN TECHNIQUE FOR ORDER OF PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) STUDI KASUS: KOESLAN COFFEE COMPANY
Oleh :
Muhammad Alfan Saputra - I0322081 - Fak. Teknik
Muhammad Alfan Saputra, NIM: I0322081. Pemilihan
Pemasok Biji Kopi dengan Integrasi Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)
(Studi Kasus: Koeslan Coffee Company). Skripsi, Surakarta: Program Studi
Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Juli 2026.
Penelitian
ini bertujuan untuk menentukan bobot kepentingan setiap kriteria dan
subkriteria dalam pemilihan pemasok biji kopi Koeslan Coffee Company sekaligus
menetapkan peringkat alternatif pemasok berdasarkan kriteria yang telah
ditentukan. Permasalahan yang dihadapi adalah masih pemilihan masih dilakukan
secara subjektif tanpa kriteria yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah AHP untuk memperoleh bobot masing-masing
kriteria dan subkriteria, sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk melakukan
perankingan alternatif pemasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima
kriteria yang digunakan, yaitu Harga, Kualitas, Pengiriman, Fleksibilitas, dan
Layanan, kriteria Kualitas memiliki bobot kepentingan tertinggi sebesar 32,27%.
Selain itu, nilai Consistency Ratio (CR) gabungan yang diperoleh sebesar
3,82%. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode TOPSIS, pemasok Ijen
Kevenka menempati peringkat pertama sebagai alternatif terbaik dengan nilai
preferensi (Ci) sebesar 0,5798. Selanjutnya, Java Frinsa Estate berada
pada peringkat kedua dengan nilai Ci sebesar 0,4334, sedangkan
Kalibening Renjana menempati peringkat ketiga dengan nilai Ci sebesar
0,0911. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mendukung proses
pengambilan keputusan yang lebih objektif, sistematis, dan terstruktur bagi
Koeslan Coffee Company dalam memilih serta mengevaluasi pemasok biji kopi
secara berkelanjutan.