Abstrak
Pembuatan Hair Mask Herbal Berbahan Lidah Buaya (Aloe vera L.) dan Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) untuk Perawatan Rambut
Oleh :
Jelita Dwi Aristianti - V4123042 - Sekolah Vokasi
Hair mask CocoVera merupakan produk perawatan rambut herbal yang memanfaatkan lidah buaya (Aloe vera L.) dan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) sebagai bahan utamanya. Lidah buaya mengandung senyawa seperti vitamin A, C, E, asam folat, serta mineral, salah satunya zinc yang berperan dalam menutrisi rambut, terutama rambut kering dan membantu mengurangi kerontokan rambut. Minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) mengandung asam laurat (C12:0), asam kaprat, serta antioksidan seperti vitamin E dan senyawa fenolik yang berperan dalam menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Hair mask CocoVera juga menggunakan beberapa bahan pendukung seperti gliserin, emulsifying wax, asam stearat, paraffin liquid, aquades, vitamin E, dan nipagin. Tujuan Tugas Akhir ini adalah melakukan proses produksi hair mask CocoVera, melakukan penjualan produk hair mask CocoVera, dan menganalisis kelayakan usaha hair mask CocoVera.Pelaksanaan Tugas Akhir dilakukan di Sub Laboratorium Kimia MIPA UNS dengan metode pencampuran fase air dan fase minyak. Fase air terdiri dari gel lidah buaya, aquades, dan gliserin dan fase minyak terdiri dari Virgin Coconut Oil, emulsifying wax, asam stearat, dan paraffin liquid. Kedua fase dicampurkan hingga homogen, kemudian ditambahkan vitamin E dan nipagin hingga diperoleh sediaan hair mask. Produk yang dihasilkan kemudian dikemas dalam wadah jar plastik berukuran 50 gram. Pengujian produk meliputi uji organoleptik, uji iritasi, dan uji pH. Uji organoleptik dilakukan terhadap 15 responden dengan parameter warna, aroma, dan tekstur. Penjualan dilakukan dengan menggunakan strategi marketing mix 4P yang meliputi product, price, place, dan promotion. Analisis kelayakan usaha dilakukan dengan menghitung biaya tetap, biaya variabel, total biaya, HPP, HJP, penerimaan, keuntungan, R/C ratio, B/C ratio, dan BEP.Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa hair mask CocoVera memiliki warna putih susu, tekstur yang lembut, kental, dan sedikit berminyak, sedangkan penilaian aroma bervariasi antara aroma lidah buaya, VCO, dan perpaduan dari keduanya. Hasil uji iritasi menunjukkan tidak terdapat reaksi iritasi berupa kemerahan, bengkak, gatal, maupun perih. Hasil uji pH menunjukkan nilai sebesar 5,3. Strategi penjualan yang diterapkan melalui marketing mix 4P dengan harga jual Rp10.500/pcs. Penjualan dilakukan secara langsung kepada konsumen di sekitar UNS, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Blora serta secara online melalui media sosial seperti Instagram, WhatsApp, serta Facebook.Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa produksi 50 pcs hair mask Coco Vera membutuhkan biaya tetap sebesar Rp58.135, biaya variabel sebesar Rp343.505, dan biaya total sebesar Rp401.640. HPP yang diperoleh sebesar Rp8.033 per unit dengan harga jual sebesar Rp10.500 per pcs. Total penerimaan yang diperoleh sebesar Rp525.000 dengan keuntungan sebesar Rp123.360. Nilai R/C ratio sebesar 1,31 dan B/C ratio sebesar 0,31. BEP unit sebesar 17 unit dan BEP rupiah sebesar Rp178.500. Berdasarkan perhitungan analisis kelayakan usaha yang dilakukan pada produk hair mask CocoVera dapat dikatakan menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.