Abstrak
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA TIMOR-LESTE DI KOTA SURAKARTA
Oleh :
Eugenio Lay - D0219103 - Fak. ISIP
Eugenio Lay. D0219103. 2026. “KOMUNIKASI
ANTARBUDAYA MAHASISWA TIMOR-LESTE DI KOTA SURAKARTA: kualitatif etnografi
komunikasi mahasiswa Timor-Leste dengan mahasiswa asli Kota Surakarta”. Skripsi.
Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas
Sebelas Maret, Surakarta.
Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh meningkatnya mobilitas mahasiswa internasional, khususnya
mahasiswa Timor-Leste yang menempuh pendidikan di Kota Surakarta, yang
menimbulkan dinamika komunikasi antarbudaya akibat perbedaan bahasa, nilai, dan
norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses
komunikasi antarbudaya serta bentuk adaptasi budaya yang dilakukan mahasiswa
Timor-Leste dalam berinteraksi dengan mahasiswa asli Surakarta. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk
memahami secara mendalam pengalaman, perilaku, serta praktik komunikasi dalam
kehidupan sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi
partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa mahasiswa Timor-Leste mengalami hambatan komunikasi berupa perbedaan
bahasa, gaya komunikasi, serta persepsi budaya, namun mampu mengatasinya
melalui proses adaptasi budaya dan strategi akomodasi komunikasi seperti
penyesuaian bahasa, nada bicara, gestur, serta penerapan nilai-nilai budaya
lokal seperti sopan santun dan prinsip kerukunan. Selain itu, mahasiswa juga
mengalami tahapan culture shock yang secara bertahap dapat diatasi
melalui interaksi sosial dan keterbukaan terhadap budaya baru. Temuan ini
memberikan kontribusi dalam memahami bahwa komunikasi antarbudaya yang efektif
memerlukan kemampuan adaptasi, sensitivitas budaya, dan kesadaran dalam
membangun hubungan sosial. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa
keberhasilan komunikasi antarbudaya sangat dipengaruhi oleh kemampuan individu
dalam beradaptasi dengan lingkungan budaya baru, serta disarankan bagi
penelitian selanjutnya untuk mengkaji peran lingkungan sosial dan institusi
pendidikan dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa internasional.