Abstrak
Analisis Implementasi Model CTL pada Pembelajaran KKA Berbasis Blockly dalam Memfasilitasi Computational Thinking Siswa di SD Muhammadiyah 1 Surakarta
Oleh :
Annisa Aulia Rahma - K3522007 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan
mendeskripsikan implementasi model Contextual Teaching and Learning
(CTL) dalam pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) berbasis
Blockly, (2) mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik proses Computational
Thinking (CT) yang ditunjukkan siswa selama mengikuti pembelajaran, dan
(3) menganalisis keterkaitan penerapan model CTL dengan proses Computational
Thinking siswa dalam pembelajaran KKA berbasis Blockly di SD Muhammadiyah
1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain
studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, studi
dokumen, dan dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik. Sumber data penelitian
terdiri atas guru KKA dan peserta didik kelas VI, dengan enam peserta didik
dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk wawancara
mendalam. Dokumen yang dianalisis meliputi Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM),
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dokumentasi pembelajaran, dan hasil kerja
peserta didik. Data dianalisis menggunakan Thematic Analysis Braun dan
Clarke dengan bantuan perangkat lunak ATLAS.ti serta diperkuat melalui
triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi
CTL dalam pembelajaran KKA berbasis Blockly memperlihatkan tujuh komponen CTL,
yaitu constructivism, inquiry, learning community, questioning, modeling,
reflection, dan authentic assessment. Penerapan ketujuh komponen
tersebut berlangsung melalui keterpaduan pengalaman kontekstual, eksplorasi,
interaksi sosial, dukungan guru, refleksi, serta penilaian terhadap proses dan
performa peserta didik. Proses Computational Thinking siswa menunjukkan
empat aspek, yaitu decomposition, pattern recognition, abstraction,
dan algorithmic thinking. Keempat aspek tersebut tampak melalui
kegiatan menguraikan permasalahan menjadi bagian yang lebih kecil, mengenali
karakteristik dan kemiripan pola, memilih informasi dan blok yang relevan,
serta menyusun, menguji, dan memperbaiki langkah penyelesaian. Keempat aspek
tersebut dapat muncul secara beririsan selama siswa menyelesaikan permasalahan.
Keterkaitan antara penerapan CTL dan proses Computational Thinking bersifat
fasilitatif dalam konteks pembelajaran yang diteliti. Keterkaitan tersebut
tampak melalui penyediaan ruang eksplorasi dan dukungan, tugas yang
memungkinkan proses CT ditampilkan, interaksi sosial untuk membandingkan dan
mengonfirmasi informasi, serta pengaitan pengalaman dengan struktur
permasalahan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL pada
pembelajaran KKA berbasis Blockly terlaksana melalui keterpaduan tujuh komponen
CTL dan menyediakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan proses Computational
Thinking siswa muncul dan diamati. Proses CT siswa ditunjukkan melalui decomposition,
pattern recognition, abstraction, dan algorithmic thinking,
sedangkan keterkaitan CTL dengan proses CT bersifat fasilitatif dan tidak
dimaknai sebagai hubungan sebab-akibat atau peningkatan kemampuan secara
statistik.