Abstrak


Kesantunan Berbahasa dalam Tindak Tutur Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI di MAN 1 Surakarta


Oleh :
Devita Nurmala Sari - K1220026 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip kesantunan berbahasa yang digunakan dalam tindak tutur siswa kelas XI pada pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN 1 Surakarta dengan teori kesantunan berbahasa Leech. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesantunan berbahasa peserta didik, menganalisis fungsi tindak tutur kesantunan berbahasa yang muncul dalam proses pembelajaran, serta menjelaskan relevansi teori prinsip kesantunan berbahasa tersebut dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Penelitian ini berfokus pada penerapan prinsip kesantunan berbahasa yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati dalam interaksi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan lisan siswa yang diperoleh melalui teknik observasi, perekaman, dan pencatatan selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Manfaat penelitian ini meliputi manfaat teoritis dan praktis. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian pragmatik, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang berorientasi pada pembentukan karakter dan etika berbahasa. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi siswa tentang pentingnya penerapan kesantunan berbahasa, menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah menerapkan prinsip kesantunan berbahasa dalam proses pembelajaran. Kesantunan berbahasa ditemukan pada situasi tertentu, terutama dalam tuturan imperatif dan interaksi spontan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesantunan berbahasa peserta didik meliputi faktor linguistik, situasional, hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur, serta budaya dan norma berbahasa. Selain itu, fungsi tindak tutur kesantunan berbahasa yang ditemukan antara lain berfungsi untuk menjaga keharmonisan interaksi, membangun kerja sama, serta menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan prinsip kesantunan berbahasa dalam tindak tutur peserta didik memiliki relevansi yang kuat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI MAN 1 Surakarta. Kesantunan berbahasa tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter, nilai moral, dan etika berbahasa siswa. Oleh karena itu, kesantunan berbahasa perlu dengan konsisten ditanamkan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai upaya membentuk sikap berbahasa yang santun dan komunikatif. Kata kunci: kesantunan, tindak tutur, pembelajaran This study aims to describe the principles of politeness used in the speech acts of eleventh-grade students in Indonesian language learning at MAN 1 Surakarta with Leech's theory of politeness. In addition, this study also aims to identify factors that influence students' politeness, analyze the function of politeness speech acts that appear in the learning process, and explain the relevance of the theory of politeness principles in Indonesian language learning in schools. This study focuses on the application of politeness principles which include the maxims of tact, generosity, appreciation, humility, agreement, and sympathy in learning interactions. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research data are in the form of students' oral speech obtained through observation, recording, and note-taking techniques during the learning process. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, and data presentation. The benefits of this research include both theoretical and practical benefits. Theoretically, this research is expected to enrich pragmatic studies and contribute to the development of Indonesian language learning oriented toward character building and language ethics. Practically, the results of this study are expected to provide students with an understanding of the importance of implementing politeness, serve as a consideration for teachers in designing learning strategies. The results indicate that students have applied the principles of politeness in the learning process. Politeness was found in certain situations, particularly in imperative utterances and spontaneous interactions. Factors influencing students' politeness include linguistic factors, situational factors, social relationships between speakers and interlocutors, and cultural and linguistic norms. Furthermore, the functions of politeness speech acts identified include maintaining harmonious interactions, building cooperation, and creating a conducive learning atmosphere. The conclusion of this study is that the application of the principles of politeness in students' speech acts has strong relevance in Indonesian language learning in eleventh-grade students of MAN 1 Surakarta. Politeness not only serves as a means of communication but also as a medium for the formation of students' character, moral values, and language ethics. Therefore, politeness needs to be consistently instilled through Indonesian language learning as an effort to foster polite and communicative language attitudes. Keywords: politeness, speech acts, learning