Abstrak


Budidaya dan Analisis Usahatani Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans) dengan Aplikasi Kompos Seresah dan Mulsa


Oleh :
Kevin Joshua Marcellino - V4123047 - Sekolah Vokasi

Kangkung (Ipomoea reptans) merupakan salah satu sayuran daun yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan gizi yang tinggi dan siklus budidaya yang relatif singkat. Tingginya permintaan pasar menjadikan kangkung sebagai komoditas yang berpotensi dikembangkan, namun peningkatan produktivitas masih diperlukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penggunaan kompos seresah sebagai sumber bahan organik dan mulsa untuk menjaga kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Tujuan kegiatan Tugas Akhir ini adalah mengetahui pertumbuhan dan hasil budidaya kangkung dengan aplikasi kompos seresah dan mulsa, mempraktikkan pemasaran hasil panen, serta menganalisis kelayakan usahatani. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tawengan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali pada lahan seluas 240 m² dengan metode praktik lapangan, pengamatan lingkungan, pemasaran, dan analisis usahatani. Tahapan budidaya meliputi persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pascapanen. Hasil budidaya menunjukkan bahwa kangkung varietas Bangkok LP-1 dapat tumbuh dengan baik dan dipanen pada umur 25 hari setelah tanam. Total produksi yang diperoleh dari dua kali panen mencapai 410 ikat yang dipasarkan melalui dua saluran, yaitu penjualan kepada tengkulak dan penjualan langsung kepada konsumen. Analisis usahatani dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta indikator kelayakan berupa R/C Ratio, B/C Ratio, dan Break Even Point (BEP). Hasil analisis menunjukkan bahwa budidaya kangkung dengan aplikasi kompos seresah dan mulsa layak diusahakan serta memberikan keuntungan secara ekonomi. Selain menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pasar, penerapan budidaya ini juga berpotensi menjadi alternatif dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.