Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penggunaan diksi dan bentuk kritik
terhadap penyimpangan sosial dalam lirik lagu milik Genk Kobra serta relevansinya
sebagai bahan ajar geguritan di SMA.
Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif. Sumber data dalam
penelitian ini adalah informan dan dokumen berupa transkrip 5 lirik lagu milik Genk
Kobra, dengan metode pengumpulan data berupa analisis dokumen serta tahapan
teknik analisis data interaktif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Selain analisis dokumen
pengumpulan data juga menggunakan metode wawancara. Subjek dalam penelitian
ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 7 Surakarta yang dipilih berdasarkan
purposive sampling yang didasarkan pada tujuan penelitian. Uji validitas yang
digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teori.
Temuan penelitian yaitu 123 data yang terdiri dari 80 data jenis diksi (65,0%)
dan 43 data kritik penyimpangan nilai sosial (35,0%). 80 kata yang termasuk data
diksi terdiri dari 10 data kata denotasi. 9 data kata konotasi, 15 data kata abstrak, 9
data kata konkret, 7 data kata umum, 15 data kata khusus, 2 data kata populer, 2
data jargon, 1 data kata slang, 9 data idiom, dan 1 data kata asing. Sedangkan 43
data kritik penyimpangan nilai sosial terdiri dari 30 data penyimpangan
nonconform, 6 data penyimpangan asosial, dan 7 data penyimpangan kriminal.
Simpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan diksi yang bervariasi, dari 13
jenis kata hanya 2 jenis kata yang tidak terdapat dalam lirik, selain itu kritik sosial
didominasi oleh kritik penyimpangan nonconform.