Sistem penyimpanan energi baterai saat ini masih menjadi metode yang paling efisien dalam menyimpan energi. Namun pada baterai terdapat permasalahan dimana setiap baterai memiliki karakteristik serta batasan tegangan, arus, suhu, dan kapasitas yang tidak boleh dilewati. Untuk itu diperlukan sebuah Battery Management System (BMS) yang mampu melakukan proses monitoring, balancing, serta proteksi pada baterai. Semakin besar tegangan pada battery pack akan menambahkan jumlah seri yang digunakan sehingga diperlukan sebuah BMS yang mampu mencakup keseluruhan cell. Pada penelitian ini berfokus pada pengembangan konsep modular Master – Slave BMS terintegrasi dengan komunikasi CAN. Battery pack yang digunakan pada percobaan integrasi menggunakan konfigurasi 12 seri 2 paralel yang terdiri dari total 4 battery pack. Tiap battery pack akan memiliki 1 BMS slave menggunakan IC BMS tipe BQ76940 dengan tingkat resolusi sebesar 14 bit sehingga menghasilkan nilai akurasi sensor tegangan sebesar 99.90% presisi sensor tegangan 99.99%. Selain itu pada BMS Master terdapat sensor arus tipe ACS712 20A yang terintegrasi dengan Analog to Digital Converter 16 bit sehingga memiliki nilai akurasi sebesar 99.41% nilai presisi sebesar 99.99%. Sistem balancing untuk membuat cell baterai setimbang kurang dari 50mV membutuhkan waktu selama 1 jam 41 menit pada saat kondisi baterai idle dengan arus passive balancing sebesar 106mA.