Abstrak


PENGARUH SYI’AH ITSN? ‘ASYARIYYAH TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN AYATULLAH KHOMEINI DI NEGARA IRAN (1979-1989)


Oleh :
Mohammad Bagus Santoso - B0518027 - Fak. Ilmu Budaya

ABSTRAK

Mohammad Bagus Santoso. B0518027. 2023. Pengaruh Syi’ah Itsn? ‘Asyariyyah Terhadap Sistem Pemerintahan Ayatullah Khomeini di Negara Iran (1979-1989). Skripsi: Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret.

Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan pengaruh Syi’ah Itsn? ‘Asyariyyah terhadap Sistem Pemerintahan Ayatullah Khomeini di Negara Iran (1979-1989) dengan melihat hegemoni dalam kepemimpinan Republik Islam Iran. Metode yang dipakai dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini dilakukan studi kepustakaan sebagai metode pengumpulan data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori hegemoni Antonio Gramsci melalui sudut pandang ideologi. Penelitian ini juga menggunakan buku-buku yang berkaitan dengan topik bahasan sebagai sumber primernya, di antaranya buku Ushul Madzab Syiah, buku At-Tasy?yu’, dan buku Ulama Syiah menghujat Syiah, untuk sumber sekundernya memakai referensi dari buku-buku dan jurnal yang masih mempunyai relevansi kaitannya terhadap Syi’ah Itsn? ‘Asyariyyah dan Sistem Pemerintahan Ayatullah Khomeini.

Tujuan penelitian ini adalah mengungkap pengaruh ideologi Syi’ah Itsn? ‘Asyariyyah pada sistem pemerintahan Iran. Lalu mendeskripsikan proses penyebaran ideologinya terhadap sistem pemerintahan Ayatullah Khomeini dengan hegemoni Syi’ah Itsn? ‘Asyariyyah. Hasil yang dapat disimpulkan dari hegemoni Syi’ah Itsn? ‘Asyariyyah terhadap sistem pemerintahan Republik Islam Iran, bahwa sistem pemerintahan negara Iran yang dibuat oleh Ayatullah Khomeini yaitu wilayatul faqih merupakan sistem dengan kekuasaan yang dipegang oleh Faqih yang adil dan berkapabilitas dalam urusan agama serta memegang tanggung jawab Imam Mahdi (imam kedua belas Syiah). Ayatullah Khomeini sebagai pimpinan Agung berkeyakinan bahwa Syi’ah Itsn? ‘Asyariyyah menjadi landasan ideologi dan dasar sistem pemerintahan negara Iran. Pada pemerintahan Iran terdapat kelemahannya baik faktor internal dan eksternal. Faktor internal tentang kriteria dan kredibilitas calon pengganti kepemimpinan Ayatullah Khomeini, keberadaaan Imam yang tidak kunjung keluar, dan janji Imam Khomeini yang diingkari terhadap kelompok Sunni. Sedangkan faktor eksternal tentang negara Amerika Serikat dan negara Israel yang mengagalkan pengembangan nuklir negara Iran serta negara Arab Saudi dengan Irak yang menolak sistem pemerintahan Iran dan perebutan tambang minyak bumi.