Abstrak


Peran State Syukur Sebagai Mediator Hubungan Trait Syukur dan Kesejahteraan Subjektif Ditinjau dari Top-Down Bottom-Up Teori Pada Guru Honorer


Oleh :
Nabila Putri Andari - G0119081 - Fak. Kedokteran

Ditengah keterbatasan guru honorer terkait tuntutan kesejahteraan, menunjukkan masih terdapat rasa puas dan bahagia meskipun kekurangan pendapatan masih menjadi beban dan hambatan. Perasaan puas dan bahagia ini menunjukkan kesejahteraan subjektif yang bukan hanya dipengaruhi oleh material, melainkan disposisi internal. Teori Broaden-and-Build mengidentifikasi syukur sebagai emosi positif dalam mengatasi ketidakbahagiaan tersebut Penelitian menyajikan konsep top-down-bottom-up kesejahteraan pada guru honorer untuk menyatakan baik keadaan objektif maupun sifat kepribadian memiliki hubungan pada kesejahteraan subjektif melalui prediktor syukur. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh trait syukur terhadap kesejahteraan subjektif baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi state syukur. Partisipan penelitian adalah guru honorer di Surakarta dengan besar sampel yang dibutuhkan sebanyak 122-144. Program G*Power menampilkan sampel size tersebut memiliki statistical power maksimum sebesar 0.99 dengan effect size sebesar 0.35 dan nilai alpha sebesar 0.05. Alat ukur yang digunakan adalah skala kesejahteraan subjektif (?=0.738, 0.844), skala trait syukur (?=0.854), dan skala  state syukur (?=0.667). Data diuji dengan analisis regresi sederhana dan model analisis jalur (path analysis) berdasarkan prosedur mediator Baron & Kenny. Hasil penelitian semua jalur regresi bernilai signifikan menunjukan terdapat pengaruh langsung dari trait syukur (?c = 0.39, R2= 0.155) dan state syukur (? = .372, R2= 0.138) terhadap kesejahteraan subjektif dalam analisis masing-masing. Serta state syukur secara parsial memediasi hubungan trait syukur dan kesejahteraan subjektif dengan efek langsung  memberikan peran lebih besar (?c’ =0.326) dibandingkan efek tidak langsung (?ab =0.068).