Abstrak


Teknik kultur jaringan anggrek dendrobium sp. di pembudidayaan anggrek Widorokandang Yogyakarta


Oleh :
Cahyo Hari Prasetyo - H.3306039 - Fak. Pertanian

ABSTRAK Widorokandang berdiri sekitar tahun 1980, tepatnya kebun Widorokandang berdiri kurang dapat dipastikan. Hobi merupakan modal awal yang berperan sangat besar dalam berdirinya Widorokandang. Fungsi kebun di Widorokandang selain untuk penyalur hobi juga digunakan sebagai usaha sampingan, dengan status kepemilikan adalah milik sendiri, jadi bukan milik kelompok. Hal ini mengingat pula, bahwa Widorokandang dibangun sedikit demi sedikit. Setiap pembudidaya anggrek pasti ingin memperoleh hasil budidayanya yang memuaskan dengan kondisi tanaman yang sehat dan prima. Untuk mendukung keberhasilan budidaya anggrek, maka perlu diketahui beberapa faktor antara lain kondisi lingkungan yang sesuai, pelaksanaan dengan benar, dan perawatan secara teratur. Budidaya anggrek tidak lepas dari teknik kultur jaringan. Teknik kultur jaringan melalui biji atau embrio (seksual) dilakukan dengan alasan biji tidak mempunyai endosperm (cadangan makanan) atau biji berukuran sangat kecil. Selain itu, teknik kultur jaringan juga bertujuan untuk mendapatkan keseragaman bibit dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat. Dari kultur jaringan ini diharapkan pula memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul. Perbanyakan tanaman anggrek Dendrobium secara kultur jaringan meliputi tahap-tahap, antara lain : persiapan botol-botol kultur, pembuatan media kultur, pemilihan bahan tanam (eksplan), sterilisasi, penanaman eksplan, pengakaran dan aklimatisasi. Pembuatan laporan magang ini bertujuan untuk melengkapi tugas akhir sebagai pembelajaran ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah dengan ilmu yang di dapat saat praktek di lapangan. Kata kunci : Kultur Jaringan Anggrek, Dendrobium sp.