Latar Belakang. Transepidermal Water Loss (TEWL) merupakan jumlah air yang dikeluarkan dari tubuh manusia ke atmosfer melewati kulit melalui proses difusi per satuan waktu. Perubahan TEWL dapat menunjukkan adanya gangguan fungsi pada barrier kulit. Paparan sinar ultraviolet dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kondisi photoaging yang ditandai dengan kulit kasar dan kering (xerosis cutis). TEWL sendiri akan meningkat secara signifikan pada kulit yang mengalami radiasi sinar ultraviolet. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai TEWL dokter muda pada area sun-exposed skin dan area non sun-exposed skin.
Metode. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi potong lintang, dilakukan di bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dengan menggunakan Tewameter? TM300 pada bulan Januari-Maret 2021. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dan diperoleh sampel sebesar 25 sampel. Pemeriksaan TEWL dilakukan pada area dorsal lengan bawah dan area medial lengan atas. Nilai rerata dari TEWL dilakukan analisis statistik menggunakan uji hipotesis non parametrik wilcoxon signed rank test dan uji korelasi spearman’s rank test.
Hasil. Berdasarkan uji statistik wilcoxon signed rank test didapatkan perbedaan bermakna nilai TEWL p = 0.000. Analisis korelasi spearman menunjukkan nilai koefisien r = 0,599, p = 0,002.
Kesimpulan. Terdapat perbedaan nilai TEWL yang signifikan pada area sun-exposed skin dibanding area yang non sun-exposed skin dengan kekuatan korelasi sedang dan arah korelasi positif.
Kata Kunci. Transepidermal water loss, sun-exposed skin, non sun-exposed skin sistem barrier, kulit.