Pembelajaran daring memiliki berbagai macam kendala pada penerapannya. Pelaksanaan pembelajaran daring di UNS lebih banyak menggunakan audio dibandingan visual dalam menjelaskan materi pembelajaran. Mahasiswa tunarungu yang melaksanakan pembelajaran daring terkendala dalam pemahaman materi. Tunarungu memiliki fungsi pendengaran yang kurang sehinga tunarungu mengalami keterbatasan bahasa. Hal tersebut menjadikan tunarungu memiliki kendala pada saat pembelajaran daring berlangsung. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari kendala yang dialami mahasiswa tunarungu saat mengikuti pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan 10 narasumber. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan wawancara dan dokumentasi, dimana peneliti mewawancarai narasumber dan mencari bukti berupa berkas dan foto. Uji keabsahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan teknik triangulasi. Sedangkan untuk analisis data menggunakan model Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa kendala pembelajaran daring yang dialami setiap mahasiswa tunarungu berbeda satu sama lain. Kendala pada jaringan internet terjadi dikarenakan sinyal yang sulit didapatkan dirumah masing- masing, hal tersebut terjadi kepada seluruh narasumber. Kendala pada akses dan kemampuan penggunaan teknologi dialami oleh dua narasumber pada penggunaan web captioner yang disebabkan oleh kekurangan yang ada pada sistem. Kendala pada komunikasi dan bahasa dialami oleh seluruh narasumber yang disebabkan oleh keterbatasan bahasa yang dimiliki narasumber akibat kurangnya fungsi pendengaran. Kendala pada prestasi belajar yang terjadi pada proses pemahaman materi yang berkaitan dengan keterbatasan bahasa yang dimiliki narasumber sehingga berdampak pada penurunan prestasi belajar. Kendala pada lingkungan dialami oleh dua narasumber, hal tersebut terjadi dikarenakan sebagian besar lingkungan tidak memahami kondisi mahasiswa tunarungu serta tidak terbiasa dengan keberadaan tunarungu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa tunarungu di UNS mengalami kendala pada pembelajaran daring.