ABSTRAK
Gian Ayu Ilma Nur Aufa. K1219040. Pembimbing I: Dr. Sugit Zulianto, M.Pd. Pembimbing II: Budi Waluyo, S.S. M.Pd. STRUKTUR DAN NILAI MORAL CERITA RAKYAT KABUPATEN PONOROGO SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2023 Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan struktur cerita rakyat di Kabupaten Ponorogo, (2) menjelaskan nilai-nilai moral yang termuat di dalam cerita rakyat Kabupaten Ponorogo, dan (3) menjelaskan relevansi cerita rakyat Kabupaten Ponorogo terhadap pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripstif kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah hasil observasi, hasil wawancara, dan hasil dokumentasi. Teknik pengambilan subyek penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan ialah teknik analisis data mengalir oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, struktur yang termuat di dalam cerita rakyat Kabupaten ponorogo meliputi, tema tokoh, penokohan, latar, alur, dan amanat. Hal tersebut dapat menjadikan cerita rakyat lebih hidup sehingga, mempermudah pembaca untuk memahami isi cerita. Kedua, nilai moral yang termuat di dalam cerita rakyat Kabupaten Ponorogo meliputi, nilai moral manusia dengan Tuhannya. Nilai moral manusia dengan orang lain, dan nilai moral manusia dengan dirinya sendiri. Nilai moral yang termuat di dalam cerita rakyat tersebut dapat dijadikan teladan bagi peserta didik atau pembaca. Ketiga, cerita rakyat Kabupaten Ponorogo relevan dalam pembelajaran sastra Indonesia di SMP. Cerita rakyat tersebut sudah sesuai dengan materi ajar sastra Kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar yang membahas tentang fabel atau legenda. Kompetensi Dasar tersebut berisi, mengidentifikasi informasi tentang fabel atau legenda, menceritakan kembali isi fabel/legenda, menelaah struktur dan kebahasaan fabel/legenda, dan memerankan isi fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.