" "t" _"tabel " (1,97), sumbangan efektif 13,48%, dan sumbangan relatif 25,90%; (2) Variabel motivasi memasuki dunia kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK dengan nilai "t" _"hitung "  "9,555 > " "t" _"tabel "  1,97569, sumbangan efektif 38,44%, dan sumbangan relatif 74,10%; (3) Variabel implementasi teaching factory dan motivasi memasuki dunia kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK, hal ini dibuktikan dengan nilai "F" _"hitung "  "82,159 > " "F" _"tabel "  sebesar 3,06 dan R Square  sebesar 51,9%.  " /> Abstrak | PENGARUH IMPLEMENTASI TEACHING FACTORY DAN MOTIVASI MEMASUKI DUNIA KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA SMK " "t" _"tabel " (1,97), sumbangan efektif 13,48%, dan sumbangan relatif 25,90%; (2) Variabel motivasi memasuki dunia kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK dengan nilai "t" _"hitung "  "9,555 > " "t" _"tabel "  1,97569, sumbangan efektif 38,44%, dan sumbangan relatif 74,10%; (3) Variabel implementasi teaching factory dan motivasi memasuki dunia kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK, hal ini dibuktikan dengan nilai "F" _"hitung "  "82,159 > " "F" _"tabel "  sebesar 3,06 dan R Square  sebesar 51,9%.  " />

Abstrak


PENGARUH IMPLEMENTASI TEACHING FACTORY DAN MOTIVASI MEMASUKI DUNIA KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA SMK


Oleh :
Eka Astian Putri - K2519026 - Fak. KIP

Eka Astian Putri, K2519026. PENGARUH IMPLEMENTASI TEACHING FACTORY DAN MOTIVASI MEMASUKI DUNIA KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA SMK. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2023.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan mempersiapkan lulusan yang siap bekerja. Kesiapan kerja siswa SMK ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui mengetahui pengaruh implementasi teaching factory terhadap kesiapan kerja siswa SMK; (2) Untuk mengetahui pengaruh motivasi memasuki dunia kerja terhadap kesiapan kerja siswa SMK; (3) Untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama implementasi teaching factory dan motivasi memasuki dunia kerja terhadap kesiapan kerja siswa SMK.
Penelitian ini menggunakan metode ex-post facto kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan SMK Warga dan SMK 5 Surakarta. Sebanyak 30 siswa digunakan untuk uji coba validitas intrumen menggunakan korelasi Product Moment, dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach’s. Pengambilan sampel untuk penelitian menggunakan metode total sampling sebanyak 155 siswa SMK. Data yang telah diperoleh kemudian dilakukan uji prasyarat terdiri dari uji normalitas, uji linearitas, dan uji multikolinearitas. Data yang telah memenuhi prasyarat selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel implementasi teaching factory berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK dengan nilai "t" _"hitung "  "4,693 > " "t" _"tabel " (1,97), sumbangan efektif 13,48%, dan sumbangan relatif 25,90%; (2) Variabel motivasi memasuki dunia kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK dengan nilai "t" _"hitung "  "9,555 > " "t" _"tabel "  1,97569, sumbangan efektif 38,44%, dan sumbangan relatif 74,10%; (3) Variabel implementasi teaching factory dan motivasi memasuki dunia kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK, hal ini dibuktikan dengan nilai "F" _"hitung "  "82,159 > " "F" _"tabel "  sebesar 3,06 dan R Square  sebesar 51,9%.