Abstrak


Strategi pengembangan komoditi tanaman bahan pangan di kabupaten Boyolali dengan pendekatan tipologi klassen


Oleh :
Milasari Puspita Dewi - H.0305025 - Fak. Pertanian

RINGKASAN Sub sektor tanaman bahan pangan memiliki peranan penting dalam pembentukan PDRB di Kabupaten Boyolali, karena kontribusi yang berasal dari sub sektor ini relatif besar dibanding sub sektor pertanian lainnya. Untuk mempertahankan kontribusi dan laju pertumbuhan yang dimiliki oleh sub sektor tanaman bahan pangan, maka diperlukan adanya suatu strategi pengembangan baik dalam jangka waktu pendek, jangka waktu menengah, maupun jangka waktu panjang. Oleh karena itulah, kajian yang lebih mendalam mengenai strategi pengembangan komoditi tanaman bahan pangan perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi komoditi tanaman bahan pangan di Kabupaten Boyolali berdasarkan pendekatan Tipologi Klassen dan Untuk mengetahui strategi pengembangan komoditi tanaman bahan pangan di Kabupaten Boyolali berdasarkan pendekatan Tipologi Klassen. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Daerah penelitian diambil secara sengaja (purposive) di Kabupaten Boyolali. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Boyolali tahun 2003-2007 ADHK 2000, PDRB Provinsi Jawa Tengah tahun 2003-2007 ADHK 2000, jumlah produksi dan harga komoditi tanaman bahan pangan di Kabupaten Boyolali tahun 2004-2007, total nilai produksi sektor pertanian di Kabupaten Boyolali tahun 2004-2007, data letak geografis dan topografi Kabupaten Boyolali, data kependudukan Kabupaten Boyolali, dan data-data yang ada pada Boyolali Dalam Angka 2008 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boyolali dan BAPPEDA Kabupaten Boyolali. Sedangkan data kualitatif berupa saran dan komentar yang disampaikan secara lisan melalui wawancara langsung dengan kelompok tani dan staf Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi komoditi tanaman bahan pangan di Kabupaten Boyolali berdasarkan pendekatan Tipologi Klassen hanya ada tiga, yaitu komoditi prima, komoditi berkembang, dan komoditi terbelakang. Komoditi prima terdiri dari komoditi padi, jagung, pisang, ubi kayu, dan kacang tanah. Untuk komoditi berkembang terdiri dari komoditi mangga, wortel, kobis, cabe, bawang merah, kedelai, durian, rambutan, pepaya, sawi, buncis, tomat, labu siam, mentimun, sawo, kentang, jambu biji, bayam, terung, jambu air, duku, jeruk siam, jeruk besar, dan nanas. Sedangkan komoditi terbelakang terdiri dari komoditi bawang daun, nangka, kangkung, dan ubi jalar. Strategi pengembangan komoditi tanaman bahan pangan di Kabupaten Boyolali terdiri dari strategi pengembangan jangka pendek (1-5 tahun), strategi pengembangan jangka menengah (5-10 tahun), dan strategi pengembangan jangka panjang (10-25 tahun). Strategi pengembangan jangka pendek merupakan upaya untuk memanfaatkan komoditi prima seoptimal mungkin dengan cara menstabilkan harga jual di tingkat petani, perluasan mitra kerja, standarisasi dan grading, serta peningkatan nilai tambah. Strategi pengembangan jangka menengah terdiri dari dua alternatif, yaitu strategi pengembangan komoditi berkembang menjadi komoditi prima dan strategi pengembangan komoditi terbelakang menjadi komoditi berkembang. Strategi pengembangan komoditi berkembang menjadi komoditi prima merupakan upaya untuk meningkatkan kontribusi komoditi berkembang melalui optimalisasi pemanfaatan lahan, pemilihan saluran pemasaran, pengembangan kawasan sentra produksi, serta penguatan peran lembaga pertanian. Strategi pengembangan komoditi terbelakang menjadi komoditi berkembang merupakan upaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan komoditi terbelakang melalui penurunan tingkat penyebaran organisme pengganggu tanaman, kebijakan harga input, pengumpulan informasi pasar, serta tumpangsari. Strategi pengembangan jangka panjang terdiri dari dua alternatif, yaitu: strategi pengembangan komoditi terbelakang menjadi komoditi berkembang dan strategi pengembangan komoditi prima. Strategi pengembangan komoditi terbelakang menjadi komoditi berkembang merupakan upaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan komoditi terbelakang melalui penambahan jumlah petani, menerapkan metode 6 tepat, penggabungan luas areal tanam, serta meningkatkan aksesibilitas petani dari lembaga keuangan. Strategi pengembangan komoditi prima dilakukan dengan cara menekan alih fungsi lahan, meningkatkan kualitas petani, memperbaiki kualitas lahan, penggunaan bibit unggul dan jenis komoditi yang sesuai, serta menemukan teknologi baru alat dan mesin pertanian.