Indonesia sebagai salah satu negara berkembang di dunia, saat ini sedang gencar melakukan berbagai macam pembangunan. Namun, dunia konstruksi yang menjadi tulang punggung pembangunan negara, bukan berarti tidak menyimpan sejumlah dampak, diantaranya adalah waste yang pada akhirnya akan membengkakkan biaya dan juga menyebabkan keterlambatan pelaksanaan proyek. Maka, diterapkanlah manajemen Lean Construction, yang berprinsip untuk mengeliminasi waste dan menambah value. Waste sendiri diartikan sebagai segala macam kehilangan dari sebuah aktivitas yang menghasilkan biaya, tetapi tidak menambah nilai dari suatu produk.
Penelitian ini akan mencari variabel waste yang terjadi pada proyek, dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada staf proyek yang memenuhi kriteria. Setelah hasil kuesioner didapatkan, kemudian dihitung menggunakan Metode Borda untuk menentukan waste mana saja yang dominan terjadi. Kemudian variabel waste yang dominan terjadi, akan dianalisis akar penyebabnya dengan menggunakan metode The 5-why’s.
Berdasarkan hasil perhitungan, ditemukan bahwa variabel waste yang dominan terjadi adalah waste defect, inappropriate processing, serta waiting dengan perolehan poin masing-masing sebesar 166, 147, dan 115. Akar penyebab terjadinya ketiga waste dominan tersebut adalah karena tidak melakukan pekerjaan yang sesuai dengan urutan yang tepat, sub-kon yang bekerja tidak disiplin, serta tidak adanya penegasan mengenai approval shop drawing.