Abstrak


Evaluasi progam sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT) tanaman padi (Oryza Sativa sp) di kelompok tani sari asih desa Mayang kecamatan Gatak kabupaten Sukoharjo


Oleh :
Wayan Cahyono - H.0404066 - Fak. Pertanian

RINGKASAN Tanaman padi merupakan salah satu tanaman pangan yang keberadaannya harus senantiasa terpenuhi, karena padi merupakan salah satu penghasil makanan pokok yaitu berupa beras bagi masyarakat Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi dan pengetahuan petani tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman, Pemerintah Indonesia menyelenggarakan program untuk petani di Indonesia melalui SLPHT tanaman padi. Untuk mengetahui keberhasilan program tersebut maka perlu dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan progam SLPHT tanaman padi di Desa Mayang Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo dengan pedoman teknis program SLPHT tanaman padi dilihat dari komponen konteks (context), Input (masukan), proses (process) dan produk (output). Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Lokasi dalam penelitian ini adalah Desa Mayang Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo, sedangkan pengambilan informan dilakukan dengan cara sengaja (purposive). Purposive dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa informan yang diambil adalah informan yang dianggap mewakili informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Informan yang akan dipilih dalam penelitian ini antara lain anggota atau pengurus kelompok tani Sari Asih (peserta kegiatan SLPHT), penyuluh (pelaksana kegiatan SLPHT) dan petani penggerak/pemandu SLPHT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat kesesuaian dan ketidaksesuaian pada input, proses dan produk dengan pedoman teknis. Komponen input yang sesuai adalah fasilitas dan tenaga pelaksana. Komponen proses yang sesuai adalah pertemuan musyawarah pra tanam, pertemuan mingguan dan hari lapang tani. Komponen produk yang sudah sesuai adalah peningkatan kemampuan dan keterampilan petani di bidang pengamatan OPT pada tanaman padi dan teknologi pengendaliannya secara terpadu, peningkatan kemampuan dan keterampilan petani dalam menganalisis agroekosistem pertanian dan peningkatan kerjasama dalam usahatani. Sedangkan komponen input yang tidak sesuai adalah materi yang disampaikan dalam kegiatan SLPHT. Komponen proses yang tidak sesuai survei lokasi dan peserta, pembinaan petani penggerak dan koordinasi untuk mempersiapkan hari lapang tani. Komponen produk yang tidak sesuai adalah peningkatan kualitas agroekosistem.