Abstrak


PERAN PONDOK PESANTREN AL MANSHUR PUTRI DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN MELALUI BANK SAMPAH


Oleh :
Siti Faidah - D0319076 - Fak. ISIP

Siti Faidah. D0319076. 2023. “PERAN PONDOK PESANTREN AL MANSHUR PUTRI DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN MELALUI BANK SAMPAH”. Skripsi. Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.  
ABSTRAK
Banyaknya jumlah  santri di Pondok Pesantren Al Manshur Putri menyebabkan sampah yang dihasilkan semakin banyak dan berdampak pada TPA Pondok Pesantren Al Manshur Putri yang overload dengan sampah. Hal ini yang melatarbelakangi Pondok Pesantren Al Manshur Putri untuk mengatasi permasalahan sampah dengan cara pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Pondok Pesantren Al Manshur Putri dalam pemberdayaan, mengetahui pelaksanaan pemberdayaan melalui bank sampah, mengetahui faktor pendorong dan penghambat pemberdayaan, serta untuk mengetahui hasil pemberdayaan melalui bank sampah di Pondok Pesantren Al Manshur Putri. Penelitian ini menggunakan teori Ekofeminisme dari Vandana Shiva dan teori Pemberdayaan dari Nuryasin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah pengurus bidang kebersihan, santri kuliah, santri sekolah, dan santri tidak sekolah atau sudah lulus sekolah, total keseluruhan informan berjumlah 9 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dilakukan oleh Pondok Pesantren Al Manshur Putri kepada santri Pondok Pesantren Al Manshur Putri dengan menyediakan fasilitas serta sarana prasarana yang diperlukan selama pelaksanaan pemberdayaan. Pemberdayaan dilakukan melalui program kegiatan bank sampah dan dilakukan melalui lima tahap yaitu penyadaran, pelatihan, pengorganisasian, pengembangan kekuatan, dan membangun dinamika. Faktor pendorong pemberdayaan adalah adanya peraturan yang jelas dan tegas. Sementara faktor penghambat pemberdayaan adalah rasa malas memilah sampah dan harga pembalut kain yang mahal. Hasil pemberdayaan di Pondok Pesantren Al Manshur Putri adalah meningkatnya kesadaran lingkungan santri Pondok Pesantren Al Manshur Putri yang dibuktikan dengan penurunan jumlah penumpukan sampah TPA dan tidak ditemukan sampah pembalut sekali pakai di Pondok Pesantren Al Manshur Putri.