Fase perkembangan mahasiswa adalah emerging adulthood, dimana salah satu cirinya adalah eksplorasi identitas yang berpengaruh pada relasi romantis. Relasi romantis dapat dilakukan salah satunya dengan jarak jauh yang sering disebut pacaran jarak jauh. Pacaran jarak jauh yang dijalani dapat menimbulkan perbedaan kepuasan hubungan di antar pasangan. Salah satu yang dapat menjelaskan perbedaan kepuasan hubungan adalah gaya kelekatan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kontribusi gaya kelekatan terhadap kepuasan hubungan romantis pada mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang sedang menjalani pacaran jarak jauh. Data diambil dari 175 orang sampel dewasa awal yang sedang menjalani pacaran jarak jauh di Universitas Sebelas Maret. Instrumen dalam penelitian ini adalah Attachment Style Questionnaire (ASQ) dan Relationship Assessment Scale (RAS). Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa tiga gaya kelekatan (Secure, Preoccupied, dan Fearful) berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan hubungan romantis (Sig. 0.000-0.001, < 0>dismissive tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan hubungan (Sig. 0.369, >0.05). Gaya kelekatan secure memiliki pengaruh kontribusi sebesar 7,1% , gaya kelekatan preoccupied dan gaya kelekatan fearful memiliki pengaruh kontribusi sebesar 6,2% terhadap kepuasan hubungan. Kesimpulan yang diperoleh adalah gaya kelekatan secure, preoccupied, dan fearful memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kepuasan hubungan romantis, dengan gaya kelekatan secure memiliki kontribusi yang paling besar.