Abstrak


Pengaruh Penambahan Bakteri Probiotik Terhadap Peningkatan Unsur Hara Makro pada Limbah Cair Industri Tahu


Oleh :
Afiful Hanif - I0118008 - Fak. Teknik

Industri pembuatan tahu pada pelaksanaannya akan menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan jika langsung dibuang ke lingkungan akan menyebabkan pencemaran. Banyaknya jumlah air yang digunakan berdampak pada produksi limbah cair yang dihasilkan. Penanganan yang dapat dilakukan untuk menangani limbah tersebut adalah dengan pengolahan sebelum di buang atau dengan di manfaatkan kembali. Limbah cair tahu mengandung unsur hara N, P, dan K yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Kadar N, P, dan K pada limbah cair dapat ditingkatkan dengan penambahan probiotik. Salah satu probiotik yang dapat digunakan adalah probiotik EM4 (Effective Microorganism 4). Namun, penelitian lanjutan masih perlu dilakukan dengan penambahan probiotik pada limbah cair ini agar didapat hasil terbaik.

Penelitian terkait penambahan probiotik pada limbah cair industri tahu bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kandungan N, P, dan K (2) pengaruh sinar matahari terhadap peningkatan kandungan N, P, dan K (3) pengaruh perbandingan volume dengan probiotik terhadap peningkatan kandungan N, P, dan K pada limbah cair industri tahu setelah ditambahkan probiotik. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen murni. Tahapan pelaksanaan dalam penelitian ini adalah persiapan, pengujian dan penyusunan laporan. Hasil dari pengolahan data digunakan untuk menganalisis kadar N, P dan K pada air limbah tahu.

Hasil penelitian menunjukkan kadar nitrogen paling tinggi adalah pada perbandingan volume 1:3 dengan waktu pengamatan 2 jam dengan kondisi tidak terkena sinar matahari. Kadar nitrogen paling tinggi adalah sebesar 0,090%. Kadar fosfor paling banyak adalah pada perbandingan volume 1:1 dengan waktu pengamatan 0 jam dengan kondisi terkena sinar matahari maupun tidak terkena sinar matahari. Kadar fosfor paling tinggi adalah sebesar 0,027%. Kadar kalium paling banyak adalah pada perbandingan 1:1 dengan waktu pengamatan 8 jam dan dengan kondisi tidak terkena sinar matahari. Kadar kalium paling tinggi adalah sebesar 0,272%.