Abstrak


PEMETAAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN MASA PERALIHAN PANDEMI COVID-19


Oleh :
Tiberias Joy Lampung - D0119117 - Fak. ISIP

Tiberias Joy Lampung. D0119117. 2023. Pemetaan pemangku kepentingan dalam pembangunan kepariwisataan masa peralihan pandemi covid-19 (Studi tentang Pengembangan Wisata Kuliner Kemayoran Jakarta Pusat) Skripsi. Program Studi Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

ABSTRAK

Penelitian ini berfokus pada identifikasi aktor-aktor yang berperan dalam kebangkitan pembangunan kepariwisataan kuliner Kemayoran, baik aktor pemerintah maupun bukan pemerintah, serta, peran dan posisi dari aktor. Tujuan penelitian untuk mengetahui semua aktor yang terlibat beserta dengan peran dan posisi nya dan mengidentifikasi pemetaan aktor terlibat. Urgensi dari penelitian adalah pentingnya identifikassi pemetaan pemangku kepentingan, sebagai alat bantu bagi pejabat publik, agar meminimalisasir kemungkinan miskomunikasi, bias, mispersepsi, multipersepsi, dan tidak tepat sasaran dalam langkah analisis kebijakan lanjutan tentang pembangunan kepariwisataan nasional, khususnya di Kemayoran, Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan jenis penelitian pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik analisis data menggunakan konsep interaktif Miles dan Hubberman, yakni dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data didapatkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan teridentifikasi delapan aktor pemangku kepentingan yang terlibat, yakni tiga pemangku kepentingan berstatus sebagai bagian dari pemerintah yakni : Pusat Pengelola Komplek Kemayoran, Koperasi Jasa Tentram Sejahtera Kemyoran dan Kelurahan Kemayoran, serta lima pemangku kepentingan yang bukan pemerintah yakni terdiri dari : masyarakat kemayoran; wisatawan kuliner Kemayoran; Kelompok seni di Kemayoran’ Kelompok pelaku usaha (para pedagang) wisata kuliner Kemayoran; dan organisasi masyarakat Forum Betawi Rempug. Pemetaan peran berdasarkan konsep dari Reed (2009) menunjukan aktor pemerintah memiliki peran sebagai key player, yakni Pusat Pengelola Komplek Kemayoran dan  sebagai context setter, diantaranya Kelurahan Kemayoran dan Koperasi Jasa Tentram Sejahtera dalam posisi destinasi, pemasaran, industri dan Kelembagaan. Sementara aktor non pemerintah, tanpa perbedaan pengecualian memiliki peran sebagai subject dan crowd, dengan posisi pada tahap destinasi, pemasaran, industri dan kelembagaan.