Abstrak


Keefektivan pencairan tunggakan pajak dan penerimaan pajak di KPP Pratama Surakarta tahun 2006-2008


Oleh :
Fransiska Romana Nugrahaningwidi - F.3406032 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

ABSTRAKSI Pemerintah berupaya meningkatkan sumber penerimaan negara terutama sektor fiskal sebagai sumber penerimaan negara paling potensial, baik secara intensifikasi (pengoptimalan penerimaan pajak) maupun ekstensifikasi (perluasan jenis-jenis pajak). Pajak merupakan suatu iuran wajib dari masyarakat untuk menyerahkan sebagian dari kekayaannya pada kas negara yang disebabkan suatu keadaan, kejadian, dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu, sesuai peraturan ditetapkan pemerintah serta dapat dipaksakan, akan tetapi tidak jasa timbal balik dari negara secara langsung. Kurang pedulinya dan keterbatasan pengetahuan peraturan perpajakan masyarakat, jumlah WP yang belum melunasi pajak sesuai jangka waktu, jumlah tunggakan yang tidak seimbang dengan pembayarannya, serta sistem penagihan yang masih kurang menimbulkan banyak hambatan, sehingga menimbulkan meningkatnya tunggakan pajak. KPP Pratama Surakarta mempunyai peran membantu meningkatkan penerimaan pajak dengan melaksanakan penagihan pajak untuk pencairan tunggakan pajaknya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai keefektivan penagihan pajak terhadap pencairan tunggakan pajak dan keefektivan penerimaan pajak yang tercermin dalam perkembangan penerimaan target dan realisasi dari pungutan dan penagihan pajak di KPP Pratama Surakarta tahun 2006-2008. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: analisis keefektivan pencairan tunggakan pajak dan analisis keefektivan penerimaan pajak pada tahun 2006-2008. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, kegiatan penagihan pajak terhadap pencairan tunggakan pajak masih sangat kurang efektif dilihat dari realisasi kegiatan dari rencana kegiatan yang masih sangat kecil dari tahun 2006-2008 di KPP Pratama Surakarta ditunjukan dengan hasil perhitungan rata-rata pencairan sebesar 5.23% dari jumlah tunggakan yang ada. Kedua, keefektivan penerimaan pajak efektif dilihat dari realisasi kegiatan dari rencana kegiatan yang seimbang dari tahun 2006-2008 di KPP Pratama Surakarta ditunjukan dengan hasil perhitungan rata-rata penerimaan sebesar 92.79%. Ketiga, Kurangnya kesadaran dan pengetahuan WP yang menjadi faktor penghambat dalam penerimaan pajak. Keempat, KPP Pratama meningkatkan kualitas pelayanan dalam upaya mengatasi hambatan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat memberikan beberapa saran diantaranya: pertama, melakukan sosialisasi secara kontinyu dan terprogram tentang tata cara dan proses penagihan pajak. Kedua, pemberian fasilitas tertentu kepada WP melalui penyuluhan dan pelatihan khusus kepada pejabat pajak.