;
Latar Belakang : Populasi lansia saat ini lebih banyak dan akan meningkat dua kali lipat dari 12% menjadi 22% pada tahun 2050. Proses penuaan disebabkan oleh stres oksidatif yang menyebabkan terjadinya Inflamaging. Salah satu problem pada lansia yaitu penurunan kemampuan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Peningkatan hs-CRP dan MDA pada plasma dikaitkan dengan Inflamaging serta penurunan fungsi kognitif. Ektrak daun kelor (Moringa oleifera) serta aktivitas fisik dipercaya bermanfaat dalam meningkatkan kinerja fungsi kognitif dan memperbaiki inflamasi hipokampus pada subjek lanjut usia.
Tujuan Penelitian : Membuktikan dan menerangkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor (moringa oleifera) dan aktivitas fisik berpengaruh terhadap kadar MDA serum, MDA jaringan hipokampus, hs-CRP serum dan fungsi kognitif pada mencit model geriatri dengan induksi D-Galaktosa.
Metode : Penelitian ekperimental dengan hewan coba mencit Mus musculus galur Balb/C sebanyak 54 ekor. Mencit dibagi menjadi 9 kelompok : KN (Normal), KP (D-Galaktosa 150 mg/Kg), P1 (KP+Aktivitas Fisik), P2 (D-Galaktosa 150 mg/Kg + Moringa 100 mg/Kg+ Aktivitas Fisik), P3 (D-Galaktosa 150 mg/Kg +Moringa 200 mg/Kg+ Aktivitas Fisik), P4 (D-Galaktosa 150 mg/Kg + Moringa 400 mg/Kg + Aktivitas Fisik), P5 (Dgalaktosa 150 mg/Kg + Moringa 100 mg/Kg), P6 (D-Galaktosa 150 mg/Kg + Moringa 200 mg/Kg), P7 (D-Galaktosa 150 mg/Kg + Moringa 400 mg/Kg). Diakhir penelitian, dilakukan pengambilan sampel darah untuk dilakukan pemeriksaan ELISA terhadap kadar MDA, hs-CRP serta pengujian fungsi kognitif dengan menggunakan Y- maze test serta penghitungan persentase inflamasi pada sediaan IHC MDA Hipokampus. Analisa data dilakukan dengan deksriptif, dilanjutkan dengan Shapiro-Wilk, Uji ANOVA, post hoc test.
Hasil : Terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian Moringa oleifera dan aktivitas fisik terhadap Kadar MDA(p <0>cepat dalam menurunkan kadar MDA. Terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian Moringa oleifera dan aktivitas fisik terhadap kadar hs-CRP (p <0>Dengan kelompok P4 memiliki hasil yang paling cepat dalam menurunkan kadar hs-CRP. Terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian Moringa oleifera dan aktivitas fisik terhadap penurunan kejadian gangguan fungsi kognitif dan MDA jaringan hipokampus (p <0>fungsi kognitif secara signifikan.
Simpulan: Pemberian Moringa oleifera dan aktivitas fisik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar MDA, hs-CRP dan kejadian gangguan fungsi kognitif serta MDA jaringan hipokampus pada mencit model Geriatri dengan induksi DGalaktosa.