Abstrak


Pengendalian kualitas sigaret kretek mesin produk rokok slim menggunakan metode P-Chart PT. Djitoe i.t.c Surakarta


Oleh :
Ani Tyas Indriasari - F.3506067 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Permasalahan yang sering dijumpai oleh setiap perusahaan jasa maupun manufaktur adalah kualitas produk. Kualitas sangat penting peranannya dalam hasil produksi perusahaan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan para pelanggannya, dalam persaingan usaha saat ini. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui kualitas produk batangan setelah dilaksanakan pengendalian kualitas apakah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan, 2) Untuk mengetahui rata-rata jumlah kerusakan produk rokok Slim yang diproduksi PT. DJITOE I.T.C, 3) Untuk mengetahui batas pengendalian atas (UCL), nilai tengah (CL), dan batas pengendalian bawah (LCL). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisis pengendalian kualitas. Penelitian ini dilakukan di PT. DJITOE I.T.C Jln. LU. ADISUCIPTO No.51 Surakarta. Metode pengumpulan data adalah data primer yaitu data utama yang diperlukan dalam penelitian dan merupakan data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian, dilakukan dengan memeriksa arsip-arsip dan dokumen-dokumen yang ada dan terkait dengan aktifitas perusahaan, dan dengan observasi langsung proses produksi. Data sekunder yaitu data yang digunakan untuk melengkapi data primer, dilakukan dengan wawancara dengan pimpinan maupun dengan karyawan yang bersangkutan dalam proses produksi dan dengan studi pustaka yaitu mempelajari buku-buku referensi yang berhubungan dengan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pengendalian kualitas metode p-chart. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode p-chart diperoleh hasil-hasil produk rusak rokok Slim batangan/ filter pada PT. DJITOE I.T.C dengan batas pengendalian atas (UCL) 0,047, nilai tengah (CL) 0,043, dan batas pengendalian bawah (LCL) 0,039, terdapat out of control pada bulan Maret sebesar 0,056 dan bulan November sebesar 0,035 yang disebabkan karena filter yang tidak rekat dengan sigaret, rokok filter yang keropos, adanya bintik-bintik yang menyerupai jamur, posisi CTP yang tidak pas, kemudian dilakukan revisi didapatkan hasil batas pengendalian atas (UCL) 0,047, nilai tengah (CL) 0,043, dan batas pengendalian bawah (LCL) 0,039. Dari hasil analisis yang dilakukan hendaknya perusahaan lebih memperhatikan kinerja karyawan dan alat-alat yang digunakan agar dapat mempertahankan standar kualitas produk yang dihasilkan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.