Abstrak


Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana Siswa Kelas XII OTKP 2 SMK Batik 2 Surakarta


Oleh :
Fahmi Amrullah - K7519025 - Fak. KIP

Fahmi Amrullah. K7519025. Pembimbing I: Dr. Tutik Susilowati, S.Sos., M.Si. Pembimbing II: Jumiyanto Widodo, S.Sos., M.Si. PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN OTOMATISASI TATA KELOLA SARANA DAN PRASARANA SISWA KELAS XII OTKP 2 SMK BATIK 2 SURAKARTA. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Agustus 2023. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana kelas XII OTKP 2 di SMK Batik 2 Surakarta, dan (2) meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan model Problem Based Learning pada mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana siswa kelas XII OTKP 2 di SMK Batik 2 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan pengumpulan data, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XII OTKP 2 SMK Batik 2 Surakarta yang berjumlah 22 anak. Sumber data yang digunakan peneliti berasal dari guru dan peneliti berupa dokumen. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan uji validitas kualitatif dengan teknik triangulasi sumber dan uji validitas soal dengan expert judment. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Prosedur penelitian membentuk 2 siklus yang memiliki 4 tahapan (perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan pengumpulan data, serta refleksi). Penerapan model problem based learning dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dilakukan dengan langkah-langkah problem based learning yaitu orientasi siswa kepada masalah, mengorganisir siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual atau kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penerapan pembelajaran dengan model problem based learning yang telah dilaksanakan dalam 2 siklus dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil setiap siklusnya, siklus I pertemuan pertama meningkat menjadi 12 peserta didik (54,55%), siklus I pertemuan kedua meningkat menjadi 15 peserta didik (68,18%), siklus II pertemuan pertama meningkat menjadi 19 peserta didik (86,36%), dan pada siklus II pertemuan kedua meningkat menjadi 20 peserta didik (90,91%). Peningkatan hasil penilaian pengetahuan peserta didik tersebut menandakan bahwa model problem based learning (PBL) berhasil dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.