Abstrak


Gaya Komunikasi Interpersonal Ibu dan Anak dalam Mengomunikasikan Pesan Sex Education


Oleh :
Andita Nur Pratiwi - D0219011 - Fak. ISIP

Masa remaja adalah masa di mana pubertas terjadi, yaitu masa terjadinya perubahan fisik dan mental, baik emosi maupun perilaku dikarenakan adanya pengaruh hormon. Di fase inilah dorongan seksual mulai muncul dalam diri seseorang remaja, keberanian untuk menunjukkan daya tarik seksual, dan keinginan untuk mendekati lawan jenis. Oleh sebab itu, apabila tidak disertai dengan edukasi yang tepat maka mereka akan mudah terjerumus pada pergaulan bebas. Sex education merupakan cara yang tepat dalam memberikan wawasan, bimbingan, serta pencegahan bagi remaja dalam menghadapi persoalan seksual yang terjadi di usianya dan bagaimana mereka mengelola emosi yang terjadi. Sex education dapat dimulai dari lingkungan keluarga, seperti komunikasi yang terjalin antara ibu dan anak. Adapun gaya komunikasi disini digunakan oleh para ibu terhadap anaknya dalam mengomunikasikan pesan sex education. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya komunikasi interpersonal ibu dan anak dalam mengomunikasikan sex education kepada remaja perempuan yang pernah mengalami pergaulan bebas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengomunikasikan pesan sex education antara ibu dan anak ditemukan dua gaya komunikasi yang dominan yaitu the equalitarian style dan the controlling style. Selain itu, di dalam mengomunikasikan pesan sex education, orang tua juga menemui hambatan. Diantara hambatan komunikasi tersebut antara lain kultur, pengetahuan orang tua, dan penyimpangan sumber pesan.