;

Abstrak


Studi variasi morfologi, pola pita isozim dan kandungan vitamin C pada varietas buah naga (hylocereus sp)


Oleh :
Banati Rahmawati - S900208003 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Buah naga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan dan manfaat lainnya yang belum banyak diketahui oleh masyarakat sehingga perlu dilakukan pendataan. Penelitian ini bertujuan untuk Menguji keragaman variasi morfologi, pola pita isozim dan kandungan vitamin C pada buah naga berdaging super merah, merah, dan putih dari Kabupaten Pasuruan, Sukoharjo, Klaten, dan Bantul. Analisis data morfologi tanaman diuaraikan secara deskriptif meliputi seluruh variabel yang telah diamati untuk buah, batang, dan bunga pada masing-masing varietas buah naga. Data pola pita isozim dianalisis menggunakan program Numerical Taxonomy and Multivariate Analys System versi 2.02i (NTSYS). Data matrik dihitung berdasarkan koofisien DICE. Klusterisasi (pengelompokan) dilakukan dengan UPGMA ( Unweighted Pair Group With Arithmatic Mean) yang dihitung melalui SHAN. Analisis kandungan vitamin C dengan metode titrasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada super merah Pasuruan (6.00), diikuti merah Bantul (5.376) dan Super merah Bantul (5.113). Variasi morfologi terjadi pada warna batang, warna kelopak bunga dan rasa daging buah yang ditunjukkan juga pada pola pita isozim ketiga varietas pada keempat lokasi pengamatan. Enzim esterase mengekspresikan 18 pita yang membentuk empat kelompok berdasarkan jarak kemiripan 75%. Pita spesifik muncul pada Rf 0.633 pada varietas buah naga berdaging merah Bantul dan pada Rf 0.755 dari Pasuruan. Pita spesifik juga dimiliki untuk buah naga putih pada Rf 0.347 dari Bantul serta Klaten pada Rf 0.510 dan Rf 0.633. Untuk enzim GOT mengekspresikan 12 pita dan juga memperlihatkan empat kelompok dengan sedikit berbeda untuk keanggotaannya dikelompok empat. Pita spesifik muncul pada Rf 0.321 pada varietas buah naga berdaging merah dari Pasuruan. Pita spesifik juga muncul pada buah naga berdaging putih dari Pasuruan pada Rf 0. 446 dan Rf 0.482. Terjadinya variasi pada buah naga yang di uji dan di dukung oleh data isozim walaupun hanya 2 macam enzim ini memberikan bukti bahwa data genetik mendukung karakter morfologi.