;

Abstrak


Internalisasi Nilai Peduli Sosial alam Pembelajaran IPAS Peserta Didik Di SD Muhammadiyah 1 Surakarta


Oleh :
Sifa Adriani P - S031908019 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pelaksanaan pendidikan pembelajaran IPAS di SD Muhammadiyah 1 Surakarta. 2)  proses internalisasi nilai peduli sosial dalam pembelajaran IPAS di SD Muhammadiyah 1 Surakarta. 3) hasil internalisasi nilai peduli sosial dalam pembelajaran IPAS di SD Muhammadiyah 1 Surakarta. 
Bentuk penelitian ialah penelitian kualitatif dengan studi kasus. Data dan sumber data ialah inoformasi dari 92 peserta didik terdiri dari kelas IV, V dan VI, 3 guru kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan analisis model interaktif menurut Miles dan Huberman antara lain: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan pembelajaran IPAS di SD Muhammadiyah 1 Surakarta telah sesuai dengan langkah pembelajaran yang terdapat di dalam modul ajar/RPP. Nilai peduli sosial yang terkandung dalam pendidikan karakter disisipkan dengan baik dalam pembelajaran. Pembelajaran menggunakan LCD, laptop, HP, quiziz, padlet, google form, dan teams  sebagai media pembelajaran. 2) Proses Internalisasi peduli sosial dalam pembelajaran IPAS di SD Muhammadiyah 1 Surakarta berlangsung dengan 3 tahap. Tahap transformasai nilai, transaksi nilai dan transinternalisasi nilai. Setiap peserta didik berbeda tahapan proses internalisasi. Hal ini disebabkan oleh faktor perkembangan setiap peserta didik berbeda-beda. Peserta didik kelas VI lebih banyak yang sudah tahap transinternalisasi, dibandingkan dengan peserta didik kelas IV dan V. Pada pelaksanaan internalisasi nilai peduli sosial dalam pembelajaran IPAS guru di dalam kelas menggunakan metode kegiatan diskusi kelompok, pembiasaan, kontrak belajar/kesepakatan belajar, tutor sebaya, dan keteladanan. 3) Hasil internalisasi nilai peduli sosial dalam pembalajaran IPAS menunjukan bahwa nilai tersebut sudah menjadi kebiasaan pada peserta didik SD Muhammadiyah. Lebih rinci perolehan hasilnya sebagai berikut: mampu untuk menghormati warga sekolah 83%, menolong temannya memperoleh 82%, berempati kepada teman yang lemah 82?n rukun dengan teman sekelas mendapatkan prosentase 93%. Hasil internalisasi nilai peduli sosialnya tergolong kategori atas, yaitu nilai peduli sosial sudah menjadi kebiasaan. Saran bagi peserta didik SD Muhammadiyah 1 Surakartaagar terus melakukan hal baik dan peduli kepada orang disekitar. Kedepannya kemampuan sosial akan meningkat. Saran bagi guru dan sekolah SD Muhammadiyah 1 Surakarta  agar tetap konsisten dan mendukung dengan kegiatan dan program kepedulian sosial.