Abstrak


Reaksi harga saham dan perubahan likuiditas terkait pengumuman saham bonus (pada perusahaan yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2002-2007)


Oleh :
Alibri Yuniarto - F.1305512 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris, bahwa kondisi; sebelum dan sesudah pengumuman saham bonus oleh seluruh emiten yang mengelurakan saham bonus pada periode 2002-2007 merupakan signal informasi yang membawa pengaruh yang berbeda pada harga dan volume perdagangan saham. Reaksi tersebut tercermin pada indikator Abnormal Return (ARIT) dan perubahan Trading Volume Activity (TVA) yang beda pada t- 5 sampai dengan t+5. Penelitian ini mengajukan hipotesis alternatif 1) Harga saham sebelum pengumuman saham bonus berbeda secara signifikan dengan harga saham sesudah pengumuman saham bonus, 2) Perubahan likuiditas sebelum pengumuman saham bonus berbeda secara signifikan dangan perubahan likuiditas setelah pengumuman saham bonus. Metode pengumpulan data adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini pada seluruh emiten yang mengelurakan saham bonus pada periode 2002-2007 yang berjumlah tiga puluh satu dimana dengan kriteria seluruh perusahaan yang melakukan pengumuman saham bonus. Hipotesis diuji dengan alat uji statistik yaitu uji beda mean(t-test) terhadap ARit dan perubahan TVA tiga puluh satu . Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) Harga saham sebelum pengumuman saham bonus tidak berbeda secara signifikan dengan harga saham setelah pengumuman saham bonus, 2) Perubahan volume perdagangan saham sebelum pengumuman saham bonus tidak berbeda secara signifikan dangan perubahan volume perdagangan saham setelah pengumuman saham bonus. Secara keseluruhan hasil uji beda mean terhadap hipotesis alternatif tidak menemukan bukti empiris yang menunjukkan kondisi sebelum dan sesudah pengumuman saham bonus oleh seluruh emiten yang mengeluarkan saham bonus periode 2002-2007 merupakan signal informasi yang membawa pengaruh yang beda baik pada harga saham dan perubahan likuiditas. Hasil tersebut mengidikasikan bahwa selama periode 2002 sampai dengan 2007, penanam modal menganggap kabar pembagian saham bonus oleh emiten kelompok industri keuangan tidak mempunyai kandungan informasi. Kata kunci; Saham Bonus, Abnormal Return, TVA