Abstrak


Pengaruh right issue terhadap tingkat likuiditas saham dan abnormal return dengan memperhatikan ukuran dan pertumbuhan perusahaan


Oleh :
Rahmaniar Aulia Pravita - F.0305092 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh right issue terhadap tingkat likuiditas saham dan abnormal return dengan menggunakan ukuran dan pertumbuhan perusahaan sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi peristiwa (event study). Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar dan aktif diperdagangkan di BEI. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga terpilih 17 sampel perusahaan yang melakukan kebijakan right issue dan 12 sampel perusahaan non-issuer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2004-2008. Variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini antara lain, variabel independen yaitu pengumuman right issue (DRIGHT), dan variabel dependennya adalah Trading Volume Activity (TVA), Abnormal return (CAR), serta menggunakan variabel kontrol ukuran perusahaan (DSIZE), dan pertumbuhan perusahaan (DGROWTH). Metode analisa data yang digunakan adalah metode analisis regresi berganda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa right issue tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat likuiditas dan abnormal return. Hal ini berarti pengumuman right issue tidak mengandung informasi yang dapat mempengaruhi investor untuk melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia. Investor menganggap pengumuman right issue sebagai sinyal negatif atau tidak menguntungkan sehingga investor cenderung mengabaikan pengumuman tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peristiwa right issue tidak berpengaruh terhadap preferensi investor dalam menentukan investasi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat diajukan saran-saran sebagai berikut, bagi investor, hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan investasi, penelitian mendatang diharapkan tidak hanya meneliti selama 5 tahun, melainkan selama periode pengamatan 10 atau 15 tahun yang mungkin akan menghasilkan kesimpulan yang lebih baik, serta dalam penelitian selanjutnya diharapkan perhitungan dilakukan dengan market model ataupun mean-adjusted model yang mungkin dapat menaikkan power of test (kemampuan mendeteksi) secara alami.