Abstrak


Kesesuaian Penerapan Konsep Smart Environment di Kota Semarang


Oleh :
Dhea Ayu Herbila Sari - I0619013 - Fak. Teknik

Kota Semarang sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, sudah menerapkan konsep smart city pada seluruh aspek perencanaan kota, khususnya pada dimensi smart environment. Kota Semarang memiliki berbagai permasalahan lingkungan yang cukup kompleks, diantaranya yaitu permasalahan banjir dan rob, sampah yang masih menumpuk, volume sampah yang terus meningkat, keterbatasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), polusi udara, serta kepadatan hunian yang tinggi. Untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan tersebut, Kota Semarang telah menerapkan berbagai program yang berkaitan dengan smart environment, diantaranya yaitu program bank sampah dan TPS 3R, instalasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Jatibarang, pembangunan Taman Pintar (Smart Parks), aplikasi Silampah (Sistem Lapor Sampah), dan masih banyak lagi. Namun dibalik keragaman program smart environment yang telah diterapkan, beberapa diantaranya dirasa masih kurang sesuai dan kurang tepat sasaran. Sebagian besar layanan tersebut hanya dapat diakses oleh masyarakat yang melek teknologi dan beberapa layanan mengalami error sehingga tidak dapat diakses oleh masyarakat. Selain itu, permasalahan lingkungan di Kota Semarang masih banyak ditemukan meskipun telah diterapkan berbagai program smart environment. Berangkat dari latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penerapan konsep smart environment di Kota Semarang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesesuaian penerapan konsep smart environment di Kota Semarang termasuk dalam kategori cukup sesuai dengan persentase sebesar 51,29%. Kategori cukup sesuai diartikan bahwa indikator smart environment yang sesuai lebih banyak dibandingkan indikator smart environment yang tidak sesuai, sehingga potensi Kota Semarang untuk menjadi smart environment sebagai bagian dari smart city masih cukup besar. Ketidaksesuaian tersebut memerlukan adanya perbaikan serta peningkatan pada setiap komponen smart environment guna mewujudkan kesesuaian penerapan konsep smart environment di Kota Semarang.